Daftar Pasang Baru Indihome

KPU Siapkan Penghargaan untuk Penemu Pemilih Tercecer

REDAKSIBALI.COM- Kendati sudah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019 pada 14 September lalu, KPU masih membuka kesempatan untuk mendata pemilih yang masih tercecer.

"Ini hasil keputusan rapat KPU, Bawaslu dan Kementerian dalam negeri," kata Komisioner KPU Bali yang membidangi Divisi Sosialisi I Gede John Darmawan saat acara ramah tamah dengan awak media di Denpasar, Senin (1/10/2018).

Ketua KPU Bali I Dewa A.G Lidartawan
(tengah)
 didampingi Gede John Darmawan (ki)
 I Gusti Ngurah Agus Darmasanjaya (ka)
Untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki hak pilih masuk DPT Pemilu 2019, KPU meluncurkan Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) di seluruh desa/ kelurahan di seluruh Indonesia.

Khusus untuk Bali, KPU Provinsi Bali membuka posko di seluruh desa/ kelurahan untuk mendukung gerakan ini. Dengan kehadiran posko ini, diharapkan tak ada lagi pemilih yang tercecer. Posko dibuka hingga 28 Oktober mendatang.

"DPT dianggap belum fix benar. Karena itu diberikan waktu 60 hari (sejak penetapan DPT 14 September hingga 28 Oktober 2018,red) untuk memperbaiki DPT. Terkait perbaikan DPT ini, dibentuk Posko GMHP di seluruh desa/ kelurahan di seluruh Indonesia. Kehadiran posko ini penting, sehingga tidak boleh ada pemilih yang tercecer," kata John.

Mantan Ketua KPU Kota Denpasar ini mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan KPU kabupaten dan kota untuk memulai gerakan ini. "Jika ada pemilih yang belum terdaftar, bisa laporkan diri ke Kantor Desa/ Kelurahan masing-masing. Kita buka ini sampai tanggal 28 Oktober nanti," ujar John. 

Menariknya, untuk memastikan bahwa seluruh mereka yang memiliki hak pilih bisa masuk DPT, KPU Provinsi Bali membuat gebrakan dengan memberikan penghargaan kepada siapa saja yang melaporkan data pemilih ganda atau menginformasikan data masyarakat yang belum masuk DPT. 

Gebrakan ini diharapkan menggugah semangat masyarakat untuk mengecek DPT. "Khusus Bali, kami buat gebrakan. Barang siapa yang temukan data pemilih ganda, atau ada yang belum masuk DPT, kita berikan piagam penghargaan," kata John.

"Karena biasanya, jarang masyarakat yang melihat DPT di Kantor Desa/ Kelurahan masing-masing. Dengan gebrakan ini, masyarakat diharapkan aktif dalam proses validasi data pemilih," lannjut dia.

Sebelumnya KPU Bali sudah menetapkan DPT di Provinsi Bali hasil perbaikan, dari sebelumnya 3.030.657 pemilih menjadi 3.028.249 pemilih. KPU Bali mencoret 2.408 pemilih, dengan rincian 2.276 pemilih ganda, dan 132 pemilih yang tak memenuhi syarat. (Ar)
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya