Ny. Putri Suastini Koster: ‘Perempuan Bukan Sebagai Vas Bunga di Ranah Politik’

Dewan Pembina Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Bali Ny. Putri Suastini Koster (tengah) bersama  Ketua  KPPI Bali,  Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati, S.Sos., SH., M.Si (paling kanan) dan Sukmawati Soekarno Putri (paling kiri) pada acara FGD di  Kantor DP3A Prov Bali, Denpasar, Kamis (11/10/2018).

REDAKSIBALI.COM
-Pososi wanita di ranah politik sudah semakin diperhitungkan. Hal itu terbukti dari keputusan KPU yang mewajibkan parpol peserta pemilu untuk melibatkan calon legislatif perempuan sebanyak 30% dari peserta pemilu.

Dewan Pembina Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Bali,  Ny. Putri Suastini Koster berharap meskipun dengan kuota sedikit, namun para calon legislatif wanita harus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Bali dan Indonesia.

Hal itu disampaikan  Ny. Putri Suastini Koster  saat menjadi keynote speaker dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertemakan Penguatan Strategi Caleg Perempuan Menghadapi Pileg 2019, di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Prov Bali, Denpasar, Kamis (11/10/2018).

“Jika anda terpilih, Anda semua bukanlah vas bunga tempat pajangan untuk menyedapkan pandangan para politisi, namun kaum perempuan duduk sebagai wakil rakyat harus berjuang secara moral dan intelektual untuk kepentingan masyarakat,” Jelasnya 

Meskipun menurut pendamping orang nomor satu di Bai itu, kuota 30% masih sedikit, namun ini merupakan permulaan yang baik, karena setidaknya kiprah perempuan sudah diperhitungkan.

“Sekarang kita terima dulu aturan ini sebagai permulaan. Akan tetapi kita berharap kedepan akan terus bertambah mungkin 50%, 75%, atau 90% sampai kedudukan kita dengan Caleg laki-laki setara,” ujarnya. 

Dengan peran aktif perempuan di kancah politik, Putri Suastini mengajak para peserta untuk menghilangkan kesan perempuan bergantung pada laki-laki. Sikap ini juga menurutnya harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat dalam kancah politik.

Acara FGD ini  juga dihadiri oleh Ketua KPPI Bali , Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati, S.Sos,SH,  M.Si,  Sukmawati Soekarno Putri, Plt. Kepala DP3A Luh Putu Hariyani, Para Caleg Perempuan, serta perwakilan KPU Bali.

Hal senada juga disampaikan oleh Sukmawati Soekarno Putri. Sebagai putri dari Bapak Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno, Ia menyemangati para calon legislatif perempuan dengan nilai-nilai kebangsaan warisan Bung Karno.

Menurut Sukmawati nilai kebangsaan Bung Karno sangat luhur karena tidak hanya menginginkan Indonesia yang merdeka, namun juga bisa berdikari secara politik dan ekonomi. Ia berharap para Caleg perempuan juga bisa meneladani hal-hal tersebut. 

“Perempuan harus mandiri, punya pemikiran dan konsep sendiri dan tentu saja diimplementasikan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat di legislatif,” jelas Sukmawati.  Dalam kesempatan itu Ia juga berbagai pengalamannya di dunia politik yang telah Ia geluti dari dulu.

Sementara itu Ketua  KPPI Bali,  Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati, S.Sos., SH., M.Si, yang juga Calon DPD RI pada Pemilu 2019 nanti  mengajak Caleg perempuan untuk tidak kampanye mengunakan pola  zaman old. Pasang baliho banyak-banyak, bagi-bagi sembako, bagi uang.  Tapi  Caleg perempuan harus melakukan pendekatan humanis, berbagi pengetahuan yang produktif kepada pemilih. (GR/rls)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya