Orientasi Pokja P2KTD se-Bali untuk Perkuat Inovasi Desa

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bali, Ketut Lihadnyana mengalungkan tanda peserta sebagai tanda dibukanya kegiatan orientasi  Pokja P2KTD  hari Sabtu (27/10/2018) di Denpasar. (foto oleh Putu Lia)


REDAKSIBALI.COM
– “Indonesia bersinar bukan karena menyalanya lampu di Jakarta, di Surabaya, atau di Denpasar  namun  Indonesia  bersinar karena menyalanya lilin-lilin di desa”..

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bali, Ketut Lihadnyana saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan orientasi  Kelompok Kerja (Pokja) Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa atau (P2KTD)  hari Sabtu (27/10/2018) malam di Denpasar.  Ungkapan itu disampaikan Lihadnyana  sebagai bentuk dukungan akan pentingnya membangun desa,  betapa pentingnya peranan desa.

Dalam sambutannya Lihadnyana juga mengkritisi  pemanfaatan dana desa yang sampai saat ini masih dominan untuk   pembangunan infrastruktur. Padahal menurut  Lihadnyana tidak ada jaminan pembangunan infrastruktur akan meningkatkan kesejahteraan rakyat.  Untuk itu ia mengajak hadirin berpikir out of the box sebagai roh inovasi desa, sebagai roh kenapa invoasi desa dilakukan.

“Saat ini bukan yang besar mengalahkan yang kecil, namun dikalahkan oleh yang cepat” kata Lihadnyana kepala Dinas PMD yang juga menjadi Plt Kepala  BKD Pemprov Bali dalam sambutannya

Kelompok Kerja (Pokja) P2KTD merupakan bagian dari  Tim Inovasi Kabupaten/ Kota   yang akan melakukan seleksi, memverifikasi  dan mendokumentasikan  calon penyedia peningkatan kapasitas teknis desa

Kegiatan orientasi  Pokja P2KTD yang berlangsung selama 5 hari dari tanggal 27- 31 Oktober ini secara teknis dilaksanakan  oleh PT Surya Abadi Konsultan selaku PPA KPW4 Bali, dibawah tanggung jawab Satker Direktorat Jendral  Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Di pusatkan di Kota Denpasar, kegiatan orientasi Kelompok Kerja (Pokja) P2KTD mengundang  45 peserta yang berasal dari 9  kabupatan/ kota se- Bali. Masing-masing kabupaten kota mengirim   5 orang peserta terdiri   dari 3 orang anggota Pokja P2KTD, 1 sekretaris Tim Inovasi Kabupaten , dan 1 dari Tenaga Akhli Kabupaten/ Kota

Kegiatan orientasi menghadirkan  instruktur/pelatih berjumlah 6 orang. Terdiri dari 4 orang TA Provinsi Bali, 1 dari Dinas PMD Bali, 1 orang dari Balai Latmas Kemendes. Para pelatih semua telah ikut TOT (training of Trainers) di Jakarta beberapa bulan lalu.

Made Adi Permadi   tenaga ahli PID  Provinsi Bali yang juga menjadi  instruktur pada kegiatan orientasi P2KTD ini  berharap "Setelah kegiatan ini  peserta  memahami  program inovasi desa,  Dan mampu melaksanakan tupoksinya  dalam menyeleksi, memverifikasi dan mendirektorikan organisaai/ lembaga penyedia peningkatan kapasitas teknis desa  baik dalam bidang infrastruktur, kewirausahaan dan sumber daya manusia. Dengan demikian  nantinya lembaga P2KTD  sesuai dengan keahliannya dapat membantu desa meningkatan kapasitas Desa  dalam hal  kegiatan yang inovatif". (GR)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya