Daftar Pasang Baru Indihome

Polda Bali Ajak Parpol Sukseskan Pertemuan IMF-World Bank

Jajaran Ditintelkam Polda Bali dan Pengurus DPD Partai Demokrat Bali berfoto berama usai silahturahmi menyambut Pemilu 2019

REDAKSIBALI.COM - Polda Bali mengharapkan seluruh tahapan Pemilu 2019 bisa berjalan aman dan damai. Kendati kini memasuki masa kampanye, kondusifitas Bali harus tetap dijaga. Apalagi Bali sedang menyambut Annual Meeting IMF- WB (World Bank) yang akan digelar di Nusa Dua beberapa pekan mendatang.

Hal itu disampaikan Polda Bali saat menggelar silaturahmi dengan Pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, di Denpasar, Kamis (4/10). Silaturahmi yang diinisiasi Ditintelkam Polda Bali ini digelar dalam rangka Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk. Sebelumnya, silaturahmi serupa juga telah dilakukan dengan beberapa pimpinan partai politik lainnya di Bali. Bahkan hal serupa juga telah dilakukan Polda Bali, jelang Pilgub Bali 2018 lalu. "Kegiatan ini merupakan rangkaian upaya Polda Bali dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang Pileg dan Pilpres 2019 mendatang," kata Wakil Direktur Intelkam Polda Bali AKBP Dwi Wahyudi.

Dalam silaturahmi yang dipandu Kasubdit 1 Ditintelkam Polda Bali Kompol Ni Nyoman Wismawati ini, Dwi Wahyudi mengajak seluruh jajaran Partai Demokrat di Bali untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan pertemuan IMF-WB. Ketatnya pertarungan menyambut Pemilu 2019 tak boleh mengganggu pelaksanaan pertemuan IMF (WB) tersebut.

Begitu pula dengan partai politik lainnya serta seluruh kelompok masyarakat di Bali, agar berperan aktif menciptakan situasi yang kondusif jelang pertemuan internasional ini. "Mari kita sukseskan dulu pertemuan IMF-WB. Setelah itu, silahkan bertarung (kampanye,red). Silahkan kampanye seperti biasa untuk merebut kemenangan. Menang harus dengan terhormat," kata Dwi Wahyudi. 

Ia berharap seluruh tahapan pemilu 2019 di Bali bisa berjalan damai seperti Pilkada 2018. "Bali sangat kondusif saat Pilkada serentak 2018 lalu. Tidak ada gangguan apapun. Pimpinan Polri berharap, Pemilu 2019 lebih kondusif lagi. Namun sebelum kegiatan ini, sudah di depan mata Annual Meeting IMF-WB. Tadi pagi Operasi Puri Agung VI dimulai. Dan sejak awal situasi masih landai, masih aman," kata Dwi Wahyudi. 

Walau situasi masih terkendali, diakuinya tetap ada kekhawatiran, terutama terkait munculnya ajakan dan seruan untuk menggagalkan pertemuan IMF-WB. "Entah apa tujuannya. Kelompok ini tidak ingin terlaksananya pertemuan IMF-WB. Kami khawatir, tapi kami optimis pertemuan ini bisa dilaksanakan. Kita harus kawal pertemuan besar ini, karena kemungkinan 500 tahun lagi baru pertemuan serupa digelar di Indonesia. Jangan sampai pertemuan ini dikotori dengan hal-hal yang memalukan," ujarnya. 

Menurut Dwi Wahyudi, sekitar 27 ribu delegasi hadir dalam pertemuan IMF-WB ini. Itu akan berdampak positif bagi perekonomian Bali. "Ada 27 ribu tiket sudah dipesan. Akan ada minimal 27 ribu piring nasi yang mereka makan di sini. Dan 27 ribu orang ini memberikan pajak ke kas negara. Tapi masih saja ada oknum yang tidak mendukung pertemuan IMF-WB ini," tandasnya. 

Pihaknya pun mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi. Apalagi soal bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, juga menjadi perhatian penyelenggara pertemuan IMF-WB. "Mereka tanya, aman ga di Bali? Bersyukur, Pak Kapolda bisa yakinkan mereka, bahwa acara bisa dilaksanakan dan tidak turut terdampak dalam bencana Sulawesi Tengah," bebernya. 

Ia mengingatkan, jelang pertemuan IMF-WB ini, Siaga I sudah mulai diberlakukan sejak hari ini. Itu artinya, sekecil apapun gangguan yang akan berpengaruh pada penyelenggaraan pertemuan IMF-WB, akan disikapi serius oleh aparat kepolisian. "Apalagi di sisi lain, ada Asian Para Games. Jadi ada dua agenda internasional di Indonesia. Keduanya harus sukses. Gangguan sekecil apapun, kami berharap tidak terjadi," pungkas Dwi Wahyudi.

Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta menyatakan komitmennya untuk mewujudkan suasana aman dan damai selama tahapan Pemilu 2019. Bahkan untuk menjaga kondusitas Bali menyambut pertemuan IMF-WB, partai Demokrat menghentikan sementara kampanye yang bersifat pengerahan massa. "Kami juga setuju segala bentuk kampanye baik Pileg maupun Pilpres yang sifatnya show force dengan mengerahkan massa dihentikan sementara waktu agar tercipta suasana kondusif selama pertemuan IMF-World Bank," kata Mudarta.

Politikus asal Jembrana ini juga mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan IMF-WB di Bali. "Mari kita sama-sama sukseskan pertemuan IMF-World Bank di Bali, dengan menjaga suasana yang aman dan damai. Kita harus tunjukan kepada dunia, bahwa Bali senagai destinasi wisata, aman untuk dikunjungi wisatawan," pungkas Mudarta. Acara silaturahmi ditutup dengan Deklarasi Anti Hoaks, Ujaran Kebencian dan Memerangi Isu SARA serta mewujudkan Pemilu 2019 yang Aman dan Damai. Deklarasi dipimpin langsung Mudarta. (Ar)
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya