Daftar Pasang Baru Indihome

SDM Hindu Kalah Bersaing, Perjuangkan Bangun Hindu Centre

Nyoman Parta dan IGB Alit Putra (ke-4 dan ke-5 dari kiri/depan) bersama Sulinggih dan Pemangku di Gedung DPRD Bali


REDAKSIBALI.COM- Sumber Daya Manusia (SDM) umat Hindu dinilai kalah bersaing dengan SDM agama lainnya. Kondisi ini menjadi keresahan tokoh Hindu di Bali. 

Kini mereka sedang memperjuangkan pembangunan Kahyangan Agung Jagadnatha Nusantara (Hindu Centre), yang di dalamnya terdapat Pesraraman, sebagai pusat pendidikan agama Hindu di Bali. 

Untuk merealisasikan rencana tersebut, puluhan Sulingih dan Pemangku serta aktivis umat Hindu menyampaikan aspirasi ke DPRD Bali, Rabu (3/10/2018). Mereka meminta Pemerintah Daerah Provinsi Bali membangun Pasraman Agung. 

Rombongan tokoh Hindu ini diterima Wakil Ketua DPRD Bali IGB Alit Putra dan Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta dan anggota Dewan lainnya.

Mereka yang hadir di antaranya Pandita Nabe Begawan (Ketua Veda Posana Asram), Ida Acarya Agni Yogananda (Sabha Pandita PHDI Pusat), Pandita Agni Bhadram Sarasvati (Ketua Yayasan Veda Posana Asram), Ida Pedanda Gede Bang Buruan (Dharma Adiyaksa), Pandita Agni Acharya Suriapremananda (Sekum Veda Posana Asram), Acharya Rishi Sodha Giriramandana (Ketua VIII Veda Posana Asram), Ida Pandita Mpu Brananda (Sulinggih), dan lainnya.

Sabha Pandita PHDI Pusat, Ida Acarya Agni Yogananda, mengatakan Pasraman ini menjadi pusat pendidikan agama Hindu, untuk menghasilkan SDM Hindu yang unggul.

Menurut dia, Hindu belum memiliki lembaga pendidikan seperti milik agama lain. Hal ini yang menyebabkan SDM Hindu kalah bersaing dengan SDM dari agama lain. 

"Dibangunnya Pasraman ini untuk mencetak SDM yang tangguh, karena selama ini SDM kita masih rendah utamanya guru -guru Hindu, untuk itu perlu diusulkan pembangunan pusat Hindu serta Pesraman Agung," katanya.

Ia mengungkapkan, dulu banyak tokoh Hindu yang hebat lahir dari Pasraman. 

"Makanya perlu dibangun Pesraman sebagai pusat pendidikan agama Hindu. Selain menciptakan SDM yang unggul di bidang agama Hindu, juga di bidang ekonomi," katanya.

 Menurut dia, Pesraman yang rencana dibangun ini berbeda dengan Pesraman yang ada sekarang. "Pesraman ini nanti akan menginspirasi dunia," ujarnya.

Dengan mencetak SDM Hindu yang unggul, kata dia, bisa mencegah umat Hindu pindah agama. Ia mengaku banyak umat Hindu yang pindah keyakinan, salah karena faktor ekonomi juga karena kurang dibekali dengan pendidikan agama Hindu yang memadai.

“Minimal dengan dibangunannya Hindu Center di Bali akan menginspirasi Umat Hindu lainnya tinggal di luar pulau Bali, karena secara logika kalau SDM baik dan sradanya juga baik akan mencegah umat untuk berpindah agama, seperti yang banyak terjadi di dearah Sumatera dan Kalimantan,” katanya.

Menurut dia, pihaknya juga sudah menyampaikan apirasi ini langsung kepada Presiden RI Joko Widodo. “Kita minta minta keadilan ke Presiden karena masalah pendidikan, guru agama kurang, dana juga kurang,” jelasnya.


Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta menyambut baik aspirasi tersebut. Caleg DPR RI dari PDI Perjuangan ini mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dalam rapat Dewan mendatang.

 "Gagasan membangun Hindu Centre, yang di dalamnya ada Pasraman, ini kami dukung. Kami akan sampaikan dalam rapat Dewan, karena pembangunan Hindu Center yang didalamnya ada Pasraman lazim dilakukan oleh Pemda,” kata Parta.

Politikus vokal asal Desa Guwang, Sukawati, Gianyar ini mengatakan, pihaknya memahami kegelisahan para Sulinggih agar Bali memiliki Kahyangan Agung Jagadnatha Nusantara. Pihaknya akan  mendorong Gubernur Bali  Wayan Koster untuk mewujudkan impian itu.

 "Saya memahami kegelisaan para sulinggih dan pemangku, memang sudah saatnnya kita berbenah. agama harus dikembalikan kepada hakekat dan kesejatiannya. Saya akan dorong Gubenur untuk mewujudkan harapan itu. Memang sudah saat saat nya umat Hindu punya pesraman serta  Hindu Centre," kata Parta.

Menurut dia, pendidikan agama harus mampu menciptakan konsep beragama yang implementatif, yang diwujudnyatakan dalam tindakan keseharian, seperti berperilaku toleran, peduli lingkungan dan lainnya. 

"Agama hadir untuk pencerahan, jangan sampai agama dihegomoni oleh tradisi dan suryak siyu. Agama harus membangkitkan semangat kepedulian, jangan hanya menonjolkan festivalnya, tapi kering substansi. Agama bukan hanya urusan niskala, tapi juga urusan sekala. Jika bisa duduk khusuk di pura, seharusnnya hati kita juga harus cepat tergerak melihat kemiskinan," tegas Parta. (Ar)
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya