Daftar Pasang Baru Indihome

Ubud Writers and Readers Festival ke-15 Resmi Dibuka



REDAKSIBALI.COMPagelaran sastra terbesar di Asia Tenggara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) ke-15 dibuka secara resmi  oleh Mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa  Rabu (24/10) malam di Puri Ubud, Gianyar. Festival ini akan berlangsung selama lima hari dari tanggal 24-28 Oktober 2018.

Wakil Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran Internasional Prof I Gede Pitana, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mewakili Gubernur Bali Wayan Koster dan Penglingsir Puri Ubud Tjokorda Putra Sukawati serta undangan penting lainnya menghadiri pembukaan.

Menurut  Mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Festival  ini adalah untuk memperingati kata-kata, kata-kata untuk mengekspresikan emosi masing-masing. Dalam festival ini Ia mengaku akan menjadi salah satu pembicara sehingga Ia akan banyak mengupas tentang hubungan kata-kata dalam berdiplomasi seperti karirnya selama 30 tahun.

Wakil Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran Internasional Prof I Gede Pitana menjelaskan , kegiatan seperti ini dan juga banyak festival-festival serupa di Bali secara langsung telah mendongkrak perekonomian Bali. Apalagi menurutnya sekitar 81% perekonomian Bali masih didominasi oleh sektor pariwisata. Ia berharap even seperti ini bisa terus berlanjut karena merupakan salah satu cara untuk mensejahterakan masyarakat.

Sementara itu Janet DeNeef, Pendiri dan Director UWRF, mengaku 15 tahun lalu festival ini diadakan untuk menarik wisatawan yang jumlahnya menurun ke Bali akibat bom Bali 1. Seiring dengan berjalannya waktu, festival ini ternyata menjadi sebuah festival bertaraf internasional dan sudah sangat dikenal luas di manca negara.

Janet DeNeef menjelaskan jika tahun ini penulis-penulis, jurnalis, artis serta aktivis dari 30 negara akan turut hadir memeriahkan acara ini. Dia memperkirakan sekitar 3.000 partisipan akan turut menghadiri acara ini. Untuk tema tahun ini mengusung tema ‘Jagadhita, the world we create’. Dipilihnya filosofi ini menurutnya   karena saat ini terlalu banyak perbedaan yang memisahkan manusia, sampai melupakan persamaan yang dimiliki. “Jadi tahun ini kita akan mencari keharmonisan itu kembali,” tandasnya.

Sebelumnya Tjokorda Putra  penglingsir   Puri Ubud menyampaikan apresiasi mendalam akan penyelenggaraan acara ini. Sebagai tokoh Puri Ubud, Ia menegaskan kembali komitmennya untuk membuka kesempatan seluas-luasnya kepada event -event positif yang berpengaruh pada pariwisata dan kebudayaan Bali.

“Saya juga selalu memberikan keleluasaan kepada siapa saja yang ingin menggunaka Puri ini untuk kegiatan positif,” jelas Tjokorda Putra .

Dalam kesempatan itu juga diisi dengan penyerahan penghargaan untuk sastrawan Indonesia yang juga dikenal sebagai ‘Pahlawan Sastra’ Sapardi Djoko Damono yang telah banyak melahirkan puisi-puisi dan diterjemahkan ke banyak bahasa.(GR/rls)
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya