Adi Permadi, ST : Efektivitas Pemanfaatan Dana Desa di Bali Tahun 2015 -2017

Made Adi Parmadi, ST ( TA PID ) Bali


Efektivitas Pemanfaatan Dana Desa di Bali  Tahun 2015 -2017
oleh : Made Adi Permadi, ST  (Tenaga Ahli Program Inovasi Desa (TA PID ) Provinsi  Bali


Undang-Undang Desa telah menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Desa diberikan kewenangan dan sumber dana yang memadai agar dapat mengelola potensi yang dimilikinya guna meningkatkan ekonomi dan kesejahtaraan masyarakat.

Setiap tahun Pemerintah. Pusat telah menganggarkan Dana Desa yang cukup besar untuk diberikan kepada Desa. Pada tahun 2015, Dana Desa dianggarkan sebesar Rp20,7 triliun, dengan rata-rata setiap desa mendapatkan alokasi sebesar Rp280 juta. Pada tahun 2016, Dana Desa meningkat menjadi Rp 46,98 triliun dengan rata-rata setiap desa sebesar Rp628 juta dan di tahun 2017 kembali meningkat menjadi Rp 60 Triliun dengan rata-rata setiap desa sebesar Rp 800 juta. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 pemerintah kembali mengalokasikan dana Rp 60 triliun untuk Dana Desa. Jumlah tersebut setara dengan Rp 800 juta/desa. Dalam RAPBN tahun 2019 Dana Desa dialokasikan sebesar 73 triliun, setara 973 juta per desa.

Selain Dana Desa  dari APBN, Sumber pendapatan Desa juga diperoleh dari  pertama Pendapatan Asli Desa  (PADes) terdiri atas hasil usaha, hasil aset, swadaya dan partisipasi, gotong royong, dan lain-lain pendapatan asli  Desa. Kedua  Bagian dari hasil pajak daerah dan retribusi daerah Kabupaten/Kota; Ketiga, Alokasi dana Desa (ADD) yang merupakan bagian dari dana perimbangan yang diterima Kabupaten/Kota; paling sedikit 10% dari dana perimbangan yang diterima Kabupaten/Kota dalam APBD setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus; Keempat,  Bantuan Keuangan dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota; Kelima,Hibah dan sumbangan yang tidak mengikat dari pihak ketiga; dan Keenam,. lain-lain pendapatan Desa yang sah.

Beberapa  Desa juga memperoleh dana-dana program yang bersumber dari APBN  dalam bentuk dana Dekosentrasi dan  dana  Tugas  Pembantuan.

Pendanaan Dekosentrasi  dialoksaikan untuk  membiayai kegiatan non fisik  yang merupakan  kewenangan Pemerintah Pusat di daerah untk mendukung penguatan dan pemberdayaan peran Gubernur selaku Wakil Pemerintah Pusat.

Dana Tugas Pembantuan adalah dana yang berasal dari APBN dan digunakan oleh Gubernur/ Walikota /Bupati termasuk Kepala Desa untuk membiayai kegiatan fisik dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan kepada yang menugaskan.

Apakah Dana Desa sudah digunakan dengan tepat sehingga  bermanfaat bagi masyarakat desa di Bali?

Sesuai Amanat pasal 78 Undang Undang Desa, bahwa pembangunan bertujuan untuk penanggulangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup masyarakat  dan dipertegas melalui  Permendes  19 thn 2017, bahwa  prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2018 dapat  digunakan untuk membiayai pembangunan Desa yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa, peningkatan kualitas hidup manusia dan  penanggulangan kemiskinan. 

Dana Desa dapat juga digunakan untuk membiayai program dan kegiatan bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat Desa dengan mendayagunakan potensi dan sumberdayanya sendiri sehingga Desa dapat menghidupi dirinya secara mandiri.

Alokasi dana desa untuk di Provinsi Bali  pada tahun 2015 diterima sebesar Rp 185.428.984.000. Di tahun 2016  menerima sebesar Rp 416.264.690.000, Tahun 2017 menerima Rp. 537.258.505.000   dan di tahun 2018 menerima sebesar Rp  530.206.389.000

Adapun untuk penyerapan anggaran tahun 2015 sebesar 96% dan di tahun 2016 mencapai 95% dan untuk tahun 2017 serapannya sudah mencapai 85 persen.

Dengan adanya Program Inovasi , Kita berharap untuk kedepannya penggunaan dana desa lebih meningkatkan kualitas pemanfaatanya melalui pengelolaan bidang sumber daya manusia, Kewirausahaan dan infrastrktur yang bisa meningkatkan langsung perekonomian masyarakat desa.

Sejak tahun 2015 hingga 2017 ini, penggunaan dana desa di Provinsi Bali  telah digunakan dengan tepat dan memberikan  manfaat bagi masyarakat . Untuk menunjang ekonomi masyarakat  digunakan untuk pembangunan jalan desa sepanjang  1.921 km, pembangunan jembatan  1.488 m, pasar desa  sebanyak 150 unit, Bumdes sebanyak 34 unit, tambatan perahu 2 unit, embung desa 10 unit, irigasi 320 unit dan sarana olah raga sebanyak 189 unit.  Tidak hanya itu dana desa juga digunakan  untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa digunakan untuk pembangunan penahan tanah sebanyak 516 unit, air bersih 369 unit, mck 325 unit, polindes 101 unit, drainase 126.987 PAUD 384 unit, posyandu 588 unit dan sumur 49 unit





Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya