Daftar Pasang Baru Indihome

Ini yang Dibutuhkan Wisatawan Tiongkok ke Bali

Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Cok Ace,  Kadis Pariwisata  Bali AA Gede Yuniartha Putra dan  Ketua PBC PHRI juga Ketua BPPD Badung IGN Rai Suryawijaya saat .menerima kunjungan  Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Gou Haodong dan staff  di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Jumat (23/11)

REDAKSIBALI.COM - Konsul Jendral (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok menyampaikan bahwa ada enam unsur yang dibutuhkan oleh wisatawan Tiongkok bila berkunjung ke Bali.

Hal itu disampaikan Konjen Tiongkok Gou Haodong yang didampingi dua orang stafnya saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster  di Rumah Jabatan Gubernur Jayasabha, Denpasar, Jumat (23/11/2018 )

Keenam unsur yang dimaksudnya Konjen Tiongkok Gou Haodong meliputi
1) Makanan yang berkualitas termasuk diharapkan supaya disediakan kuliner Bali. 

2) wisatawan Tiongkok memerlukan akomodasi hotel yang memadai dan berkualitas untuk menampung para wisatawan dari Tiongkok sesuai kebutuhannya masing-masing mulai dari hotel bintang 5, bintang 4, sampai bintang 3. 

3) Wisatawan Tiongkok membutuhkan transportasi yang kualitasnya baik, dan dilengkapi dengan AC. 

4) Wisatawan Tiongkok membutuhkan destinasi pariwisata yang baik dan bervariasi yang menampilkan ciri alam dengan budaya yang indah serta beragam; jangan hanya menikmati Pura Besakih, Pura Tanah Lot dan Pura Uluwatu, tapi juga destinasi pariwisata seperti di kabupaten lain Jembrana, Buleleng, Tabanan, dan Klungkung. 

Destinasi wisata dan budaya yang dilihat oleh wisatawan Tiongkok saat ini sesungguhnya masih sangat sedikit, masih banyak destinasi wisata dan budaya yang belum dilihat oleh wisatawan Tiongkok. 

5) Wisatawan Tiongkok juga perlu melihat pentas seni masyarakat Bali, upacara keagamaan masyarakat Bali dan memerlukan oleh-oleh hasil kerajinan masyarakat Bali untuk dibawa pulang kenegaranya. 

6) Konjen Tiongkok juga menyarankan agar dibuat paket wisata selama beberapa hari di Bali yang berisi program kunjungan ke destinasi wisata, menyaksikan pementasan seni Bali, menyaksikan kegiatan keagamaan masyarakat Bali dan mengunjungi toko-toko yang menjual industri kerajinan rakyat Bali. 

Dengan paket kunjungan tersebut, wisatawan Tiongkok yang datang ke Bali adalah wisatawan yang berkualitas, yang memiliki cukup uang untuk bisa berwisata, berbelanja kuliner dan hasil kerajinan masyarakat Bali. 

Dengan paket seperti ini, tidak mungkin ada travel yang menjual paket wisata dengan harga murah seperti sekarang ini yaitu menjual paket wisata ke Bali dengan harga 800.000 selama 5 hari, pasti uangnya tidak cukup untuk beli tiket, bayar hotel, beli makanan dan oleh-oleh.

Saat bertemu Gubernur Bali, Konjen Tiongkok juga menyampaikan bahwa kebijakan penertiban yang dilakukan secara tegas oleh Gubernur Bali merupakan tindakan yang sangat berani dan baik untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Bali.

Kebijakan ini sangat penting dilakukan terhadap pengusaha yang ilegal, meskipun jumlah pelakunya belum banyak, dengan penertiban ini maka pengusaha yang ilegal tidak mempunyai tempat untuk melakukan aktifitas usahanya, jangan sampai pengusaha yang ilegal seperti itu semakin bertambah di Bali, karena akan memperburuk dan merusak citra pariwisata Bali. Kebijakan penertiban tersebut justru akan meningkatkan kualitas pariwisata Bali.

Konjen Tiongkok juga menyampaikan bahwa Pemerintah Tiongkok akan mengawasi dan menertibkan pengusaha jasa pariwisata yang ilegal di Tiongkok dan memiliki jaringan dengan pengusaha lokal Bali. 

Bahkan kebijakan penertiban yang dilakukan oleh Gubernur Bali oleh Gou dianggap sangat penting untuk memperkuat pariwisata sebagai pilar perekonomian masyarakat Bali dan meningkatkan kerjasama bidang pariwisata antar pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Tiongkok.

Menanggapi masukan pemikiran dan tawaran Konjen Tiongkok, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan terima kasih atas pengertian, dukungan dan perhatiannya yang sangat baik terhadap kebijakan Gubernur Bali. 

Gubernur Bali menyampaikan bahwa saat ini sedang disiapkan kebijakan penataan secara menyeluruh kepariwisataan Bali yang akan diatur dengan peraturan daerah Provinsi Bali untuk membenahi secara total pelayanan kepariwisataan untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas. 

Sehubungan dengan itu Gubernur Bali meminta Konjen Tiongkok untuk meningkatkan kerjasama yang lebih baik kedepan khususnya mendatangkan wisatawan Tiongkok dalam jumlah yang lebih banyak tapi berkualitas. Selain itu Gubernur Bali juga mohon dukungan untuk pembangunan infrastruktur.

Terhadap Permintaan Gubernur Bali ini, Konjen Tiongkok bersedia diundang untuk membantu Pemerintah Daerah Bali memperbaiki kualitas pelayanan pariwisata, kemudian mempromosikan wisata Bali kepada masyarakat di Tiongkok (GR/rls)
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya