Laporkan Mafia Tiongkok, Tirtawan Diperiksa Polda Bali

Anggota Komisi I DPRD Bali Nyoman Tirtawan


REDAKSIBALI.COM
– Polda Bali menindaklanjuti dugaan tindak pidana oleh Mafia Tiongkok pemilik Toko Jaringan di Bali, yang dilaporkan oleh anggota Komisi I DPRD Bali Nyoman Tirtawan dan Ketua Dewan Pembina LSM-FPMK Gede Suardana pada 29 Oktober lalu.

Pada Selasa (13/11/2018), Polda Bali telah meminta keterangan kedua pelapor. Tirtawan mengaku memberikan keterangan atas laporan yang dibuat itu selama kurang lebih tiga jam. 

"Saya sudah dipanggil Polda Bali untuk diminta keterangan hari Selasa (13/11/2018). Saya dipanggil bersama Gede Suardana untuk memberi keterangan terkait laporan kami. Yang memeriksa di bidang Reskrimum, oleh pemeriksa Putu Widastra," ungkap Tirtawan, Kamis (15/11).

Kepada Polda Bali, politikus partai NasDem asal Buleleng ini membeberkan  dugaan pelanggaran hukum yang dilakulan jaringan mafia Tiongkok, seperti mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) ilegal sebagai penjaga toko. 

"Jelas – jelas ini pelanggaran, bahkan ancaman pidana bagi yang mempekerjakannya," tegas Tirtawan. Selain itu, ada indikasi pemilik toko menggelapkan pajak.

Dugaan Tindak pidana liannya adalah penipuan dan pemaksaan terhadap wisatawan asal Tiongkok, menjual barang palsu, termasuk indikasi aktivitas mafia Tiongkok ini dilindungi oleh (Bali Tourism Board (BTB).

“Jadi semua indikasi pelanggaran, dugaan kejahatan atau pelanggaran pidana itu bagi saya sebenar bukan lagi delik aduan. Itu pidana murni. Tanpa ada laporan mestinya sudah ditindak, saya tegasnya seperti itu,” jelas Tirtawan.

Ia juga menyampaikan dugaan pelecehan simbol negara yaitu Burung Garuda Pancasila pada stempel nota atau invoice toko jaringan Tiongkok. "Tujuannya juga  jelas, ingin meyakinkan konsumen yaitu wisatawan Tiongkok, seolah Negara Indonesia mendukung penuh aktivitas mereka. Ini sudah jahat, luar biasa, pelecehan. Mestinya polisi tidak lagi menungu laporkan, langsung tindak tegas,” tegas Tirtawan.

Ia juga menyampaikan kepada Polda Bali bahwa aktivitas Mafia Tiongkok ini telah merusak citra pariwisata Bali, karena mereka telah menipu wisatwan asal Tiongkok. “Padahal yang menipu sesama saudara mereka. Bali kena getah jeleknya, citra Bali rusak. Ini sangat mahal, kerugian citra Bali yang rusak di Tiongkok ini tak ternilai dengan uang. Padahal Tiongkok Negara potensial untuk menyumpangkan wisatawan ke Bali,” kata Tirtawan.

Ia mengungkapkan, Polda berjanji  segera menindak dan memanggil semua pihak yang dilaporkannya. "Mereka akan segera dipanggil semua. Saya sebagai pelapor yang pertama di periksa. Pemeriksa mengatakan, karena kasus ini dilaporkan Anggota DPRD Bali, jelas akan menjadi prioritas. Mestinya semua laporan masyarakat ditindaklanjuti serius,” tegas Tirtawan.

Sebelumnya Tirtawan melaporkan  ke Polda Bali, sejumlah pemilik toko jaringan yang diduga sebagai jaringan mafia Tiongkok, secara khusus yang terlibat dalam pembuatan kesepakatan dengan Bali Tourism Board (BTB). Mereka adalah Bambang Putra, Aliang, Benny Fonda, Perwakilan Onbase Group Xu Y Hon Gue Juli, Perwakilan Mahkota Group Xie Jin Bao Shen Jiulong dan perwakilan Mosso Group Suryadi Amid. Selain jaringan mafia Tiongkok, Tirtawan juga melaporkan ketua BTB, I.B. Agung Parta Adnyana. (Ar)

Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya