Sosialisasi Pengembangan STIK-PTIK Menjadi Universitas Keamanan di Polda Bali

Sosialisasi pengembangan STIK-PTIK menjadi Universitas Keamanan,   di Gedung Rupatama Polda Bali, Kamis (29/11

REDAKSIBALI.COM
- Pelaksanaan sosialisasi pengembangan STIK-PTIK menjadi Universitas Keamanan,  dilaksanakan di Polda Bali tepatnya di Gedung Rupatama Polda Bali, Kamis (29/11). Dihadiri langsung oleh Gebernur STIK-PTIK Irjen Pol. Drs. Remigius Sigid Tri Hardjanto, M.Si didampingi Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose.

Kapolda Bali pada kesempatan itu menyampaikan, kita patut berbangga karena STIK-PTIK yang merupakan lembaga pendidikan kedinasan dan lembaga pendidikan akademik di bawah kendali lembaga pendidikan Polri saat ini akan berkembang menjadi Universitas Keamanan.

Pengembangan dari sekolah tinggi menjadi universitas seperti ini, tentu bukan hal yang mudah, membutuhkan proses dan referensi dari beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta lain, utamanya untuk memahami bagaimana membina sebuah universitas agar nanti ketika sekolah tinggi ilmu Kepolisian PTIK berubah menjadi universitas keamanan.

“Dapat menjadi lembaga pendidikan tinggi yang unggul serta melahirkan sarjana ilmu kepolisian yang berkualitas tinggi, berwawasan ilmiah, bermoral, dan berbudaya.” Tegasnya.

Polda Bali pada khususnya akan selalu mendukung pengembangan STIK-PTIK menjadi lebih baik demi keberhasilan dalam menghasilkan perwira Polri yang berkualitas, yang cakap dan tangguh menghadapi segala tantangan kehidupan masyarakat ke depan.

“Polda Bali siap menerima lulusan sekolah tinggi ilmu Kepolisian PTIK terbaik, yang mampu mengabdikan dirinya untuk Bali yang aman damai.” Tutup Jenderal Bintang Dua di pundak ini.

Kegiatan sosialisasi pengembangan STIK-PTIK menjadi Universitas Keamanan juga dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Bali, para Karo SDM, Karo Rena, Ka SPN Polda Bali, NTT dan NTB serta Kapolres/Ta se-Bali
.(Humas Polda Bali)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya