Wagub Cok Ace Minta Alumni Beri Peran Nyata Bagi Pengembangan Almamater



REDAKSIBALI.COM -Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) meminta agar para alumni Perguruan Tinggi dapat memberi sumbangsih nyata bagi pengembangan almamaternya. Harapan tersebut disampaikan Cok Ace saat menjadi narasumber pada Kegiatan Temu alumni Poltekkes Denpasar Tahun 2018 di Auditorium Poltekkes Denpasar, Kamis (22/11).
Lebih jauh, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwasanya sebagai alumni yang terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat sehingga mengetahui kebutuhan yang ada di masyarakat, maka alumni bisa memberi masukan bagi pengembangan almamater seperti penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan masyarakat. Alumni perguruan tinggi juga diharapkan bisa menjadi role model atau inspirator, mentor karir serta dapat meningkatkan upaya perekrutan siswa dan mendukung reputasi lembaga.
“Alumni memilki peran penting baik diawal, ditengah maupun diakhir proses pendidikan baik untuk almamaternya maupun masyarakat. Alumni bisa mempromosikan almamater, meningkatkan perekrutan siswa bahkan mengumpulkan dana untuk pengembangan kampus, “imbuh Cok Ace.
Wagub Cok Ace juga berpesan agar para alumni bisa menjaga etika dengan berperilaku baik dan menjaga nama baik almamater di tengah masyarakat. Tidak hanya itu, di era digitalisasi dewasa ini, alumni juga bisa mensosialisasikan keberadaan kampus melalui media sosial, memberikan testimoni yang akan mendongkrak popularitas kampus. 
“Mari bangun almamater baik dengan materi maupun pemikiran kita, berikan sumbangsih nyata bagi pengembangan almamater tercinta, “tutur Cok Ace.
Temu alumni Poltekkes dihadiri sekitar 250 alumni dari berbagai jurusan yang ada di Poltekkes Denpasar seperti jurusan perawat, bidan, ahli gizi, analis kesehatan serta ahli kesehatan lingkungan. Acara juga diisi dengan sesi tanya jawab serta pemberian cendera mata dan foto bersama.(GR/rls)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya