Cari Solusi Penguatan Desa Pakraman, BEM FISIP Warmadewa Gelar FGD

Suasana FGD Penguatan Desa Pakraman hari Jumat (14/12) di Kampus Universitas Warmadewa, Jalan Terompong Denpasar

REDAKSIBALI.COM Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Warmadewa menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas Penguatan Desa Pakraman di Bali hari Jumat (14/12) di Kampus Universitas Warmadewa, Jalan Terompong Denpasar.

Dekan FISIP Univesritas Warmadewa, Drs I Wayan Mirta M.Si dalam FGD menyampaikan agar ada usulan yang konkret seperti apa masukan yang akan disampaikan kepada Pemerintah Daerah dan juga DPRD Bali sehingga proses pengawalan usulan Ranperda ini betul-betul mewakili aspirasi krama Bali.

Wayan Mirta juga menyampaikan saat ini banyak sekali isu-isu yang berkembang seperti pelemahan Desa Pakraman, isu Pungli, yang melahirkan ketidaknyamanan wisatawan saat berada di Bali dan sebagainya.

Sementara itu pengamat politik Drs I Nyoman Wiratmaja M.Si mengapresiasi semangat Pemerintah Provinsi Bali yang telah melakukan inisiatif merancang Ranperda Desa Adat ini sebagai penguatan atas keberadaan desa pakraman saat ini.

Lebih jauh Nyoman Wiratmaja menyatakan agar sebelum disahkan, Perda ini sebaiknya dilakukan uji publik terlebih dahulu sehingga berbagai kemungkinan jika ada hal-hal yang belum diakomodir bisa disempurnakan lebih lanjut. Nyoman Wiratmaja juga berharap Perda ini tidak terburu-buru disahkan untuk memperkecil celah masalah dikemudian hari.

Kaum muda yang diwakili perwakilan organisai Prajaniti, Peradah Bali, KMHDI Bali, PMHD Warmadewa menyampaikan agar Ranperda memperhatikan keberadaan pemuda krama Bali. Karena merekalah nantinya pewaris yang akan melanjutkan keberadaan desa pakraman yang ada di Bali termasuk pelestarian warisan budaya serta lingkungan

Menurut mereka sumber-sumber pendapatan Desa Pakraman juga harus jelas diatur sehingga tidak mengganggu para wisatawan yang berkunjung ke Bali atau ada hal-hal lain yang dilakukan sehingga sumber pendapatan Desa Pakraman menjadi jelas dan terarah pemanfaatannya.  

Menurut mereka sumber pendapatan masyarakat Bali pada umumnya berasal dari wisatawan, oleh karenanya kenyamanan dan keamanan wisatawan pun harus menjadi prioritas

Kaum muda juga berpendapat, Ranperda ini juga harus merepresetasikan pembangunan manusia Bali sehingga SDM Krama Bali yang ada mampu dan paham menghadapi kondisi global yang sangat kompetitif saat ini. 

Disamping itu mereka juga berharapa nama Ranperda ini tetap memakai nama Desa Pakraman sebagai bentuk penghormatan terhadap lokal wisdom yang ada. Menurut mereka  keberadaan Desa Pakraman disebutkan dalam beberapa sumber prasasti di Bali pada jaman Dinasti Warmadewa memerintah di Bali.

Ketua BEM Fisip Univ.Warmadewa Kadek Paramita menyatakan,  hasil FGD yang dipandu oleh I Putu Eka Mahardhika, S.IP.,MAP ini nantinya akan disampaikan kepada pemerintah dan DPRD Provinsi Bali sebagai masukan atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Penguatan Desa Pakraman yang disusun oleh pemerintah saat ini.

Hadir dalam FGD perwakilan Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Badan Lingkungan Hidup, Provinsi Bali, Perwakilan Bandesa Adat, Polda Bali, Kajati Bali Organisasi Kepemudaan Hindu (Prajaniti,Peradah Bali,PMHD Unwar,Sekaa Teruna), dan mahasiswa lintas kampus.
GR/rls
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya