Conservation International Dukung Gubernur Bali Kembalikan Teluk Benoa Sebagai Kawasan Konservasi

Ketut Sarjana Putra Vice President Conservation International Indonesia

REDAKSIBALI.COM - “Surat Gubernur Bali ke Presiden untuk tolak reklamasi dan mengembalikan status Teluk Benoa menjadi Kawasan Konservasi Maritim sangat sesuai dengan nilai ekologi dan socio-cultural Teluk Benoa, yang memang sepatutnya menjadi wilayah penyangga alami (natural green barrier) buat wilayah selatan pulau Bali. Hal serupa sangat diharapkan oleh masyarakat Bali sejak lama, yang serta merta menolak dilakukannya reklamasi Teluk Benoa”

Hal itu disampaikan Ketut Sarjana Putra Vice President Conservation International Indonesia menanggapi Surat Gubernur Bali kepada Presiden terkait perubahan Peraturan Presiden nomor 51 tahun 2014

Lebih lanjut Ketut Sarjana Putra menyatakan “Pengembangan ekonomi Bali yang pesat sudah sangat memerlukan lebih banyak pengembalian keutuhan alamnya saat ini, sehingga pembangunannya lebih bersifat ajeg Bali, serta sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Hal ini juga sesuai dengan Peraturan Presiden no. 59/ 2017 tentang tujuan pembangunan berkelanjutan Indonesia pada 2030”

“Dan ini adalah salah satu bentuk komitmen Indonesia dan Bali dalam UN SDG!” tegas Ketut Sarjana Putra.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan surat yang ditujukan kepada Presiden terkait perubahan Perpres 51/2014 melalui Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, hari Jumat ( 28 /12/2018) di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta
Sebelumnya Gubernur Bali yang didampingi, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Made Gunaja serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra dihadapan awak media di Ruang Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (28/12) sore memberikan keterangan perihal Surat Gubernur Bali Kepada Presiden RI terkait Usulan Perubahan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2014

Dalam keterangannya Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan langsung surat yang ditujukan kepada Presiden melalui Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, tanggal 28 Desember 2018 ,pukul 0.9.00 di Kantor Sekretariat Kabinet.

Surat Gubernur Bali kepada Presiden RI ditandatangani pada tanggal 21 Desember 2018 dengan Nomor surat 523/1863/Sekret/ Dislautkan perihal Usulan Perubahan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2014.

Gubernur Bali memohon agar Presiden berkenan untuk mengubah Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan, khususnya yang berkaitan dengan Kawasan Perairan Teluk Benoa, di luar peruntukan fasilitas umum seperti pelabuhan, bandar udara dan jaringan jalan agar ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Maritim untuk perlindungan adat dan budaya maritim masyarakat Bali yang berdasarkan Tri Hita Karana.

Dalam suratnya Gubernur Bali juga memohon agar Presiden memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk tidak menerbitkan ijin lingkungan (Amdal) bagi setiap orang yang mengajukan permohonan ijin pelaksanaan reklamasi di Perairan Teluk Benoa di luar peruntukan fasilitas umum yang dibangun pemerihtah karena tidak selaras dengan adat dan budaya masyarakat Bali.

Isu reklamasi Teluk Benoa dalam lima tahun belakang ini ditolak masyarakat Bali, kembali mencuat pasca Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengeluarkan izin lokasi untuk pembuatan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL.

Susi Pudjiastuti beralasan dikeluarkannya izin ini karena di Teluk Benoa ada tata ruang berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2014 adalah KSN, Kawasan Strategis Nasional yang boleh dibangun.(GR)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya