Daftar Pasang Baru Indihome

Outlook Ekonomi dan Politik 2018 serta Dampak Pemilu 2019


REDAKSIBALI.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan gambaran Outlook Ekonomi dan Politik 2018 serta Dampak Pemilu 2019 di Batam pada Desember ini. Berikut gambarannya.
Outlook Ekonomi Global
  • Pertumbuhan PDB Dunia tahun 2017 sebesar 3,15%, tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Sejak krisis Keuangan tahun 2009, pertumbuhan PDB dunia bertahan di atas 2% setiap tahun. Engine pertumbuhan utamanya dari emerging market meskipun ekonomi US juga cukup berperan khususnya sejak tahun 2013. 
  • Kebijakan proteksionisme Trump terasa sejak awal tahun; menaikkan tarif impor secara bertahap khususnya terhadap produk Tiongkok di mana hingga September telah berdampak terhadap impor AS dari Tiongkok senilai USD 200 Miliar. Namun demikian, Neraca perdagangan AS-Tiongkok pada 2017 defisit ±USD 375,6 Miliar sehingga perang tarif diperkirakan masih akan terus berlanjut. 
  • The Fed telah 3 kali menaikkan rentang target FFR sepanjang tahun dan diekspektasikan masih meningkat sekali lagi pada akhir tahun 2018. Namun persepsi akan kenaikan FFR menurun pasca kemenangan Partai Demokrat di Pemilu Sela AS (Parlemen) sehingga diperkirakan memengaruhi kebijakan proteksionisme Trump ke depan.
  •  Yield US Treasury Bond 10 yrs meningkat dan telah mencapai level 3%. Imbasnya tekanan nilai tukar di emerging countries berlanjut akibat repatriasi dana ke US (flight to quality)

Outlook Ekonomi dan Politik Indonesia

Outlook Makro ekonomi Indonesia
  •  Pertumbuhan PDB pada akhir tahun 2018 diperkirakan sebesar 5,2%, naik dibandingkan tahun 2017 (5,07%) dan 2016 (5,03%). PDB triwulan III-2018 tumbuh sebesar 5,17% (yoy). 
  • Engine pertumbuhan spasial: Jawa dan Sumatera; Tertinggi: Maluku dan Papua. 
  • Rupiah terdepresiasi 6,7% ytd per 23 Nov’18 dan cenderung moderat dibandingkan dengan peer group. Sejalan dengan upaya stabilisasi nilai tukar oleh BI, hingga Oktober 2018 cadangan devisa tercatat tergerus 11,55% (ytd) menjadi USD 115 Miliar dengan dibarengi kenaikan BI7DRR sebesar 175 bps selama tahun 2018. 
  • Inflasi Oktober 2018 sebesar 3,16% dan diperkirakan berada pada range target 3,5±1% hingga akhir tahun 2018.

Kondisi Ekonomi Indonesia

Tantangan Global dan Domestik
Tantangan Global

Normalisasi Neraca The Fed (FFR Naik) 

Trump Effect (Make America Great Again…) 
Trade War (US vs the rest of the world) 
Ekonomi Eropa relatif solid, tapering off sesuai
jadwal (end of QE)  
Contiguous effect (Tiongkok, Turki, Argentina, dst).
Fluktuasi harga Komoditas


Tantangan Domestik

Triple deficit (TB, CA, fiscal)
Peningkatan suku bunga acuan dan yield SSB
Capital Outflow
Volatility Pasar Uang (IDR) dan Pasar Saham (IHSG)
Peningkatan Risiko Politik menjelang Pemilu 2019
Pertumbuhan DPK yang cenderung stagnan
Pengetatan likuiditas Perbankan
Kredit kategori dalam perhatian khusus (DPK) dan Restrukturisasi kategori Lancar masih relatif tinggi

Risiko Politik terkait dengan Pemilu Serentak (Pileg & Pilpres) Tahun 2019:
Downside risks:

Sentimen negatif jika terjadi kampanye negative dan black campaign

Policy inconsistency, antara lain: Kebijakan populis jelang Pemilu

Policy shifting jika terjadi pergantian Pemerintahan



Review Proyek Infrastruktur -- berpotensi meningkatkan risiko kredit 

Review proyek-proyek yang bekerja sama dengan Negara tertentu.
Perubahan kebijakan Subsidi, Pajak, dst


Positif: - Potensi peningkatan kredit utamanya kredit konsumsi - Real interest rate (r) > r peers sehingga dapat mendorong capital inflow (ceteris paribus)

Dampak Risiko Politik pada Nilai Tukar Rupiah
Berdasarkan data historis, pelaksanaan Pemilu selalu diikuti oleh perbaikan (penguatan) nilai tukar rupiah jangka pendek kecuali pada 2009 dimana terjadi capital inflow kepada Negara-Negara berkembang pasca global financial crisis




Dampak Risiko Politik pada Perbankan Indonesia
Kinerja Perbankan

Hingga Oktober 2018, kredit tercatat tumbuh sebesar 13,35% (yoy) dengan tren meningkat sejak awal tahun 2018. Peningkatan tersebut berpotensi terus berlanjut sehingga outlook pertumbuhan kredit (Kredit OJK Outlook 2018:10%-12% ) diperkirakan dapat tercapai.

Kualitas kredit perbankan juga menunjukkan perbaikan tercermin dari rasio NPL yang menurun dan lebih rendah dibandingkan 2 tahun terakhir. 

Sementara itu, DPK tumbuh 7,60% (yoy) dengan tren yang cenderung melambat. Namun demikian, outlook pertumbuhan DPK pada akhir tahun 2018 sebesar 5%-7% (yoy) diyakini dapat tercapai.



Dampak Risiko Politik pada Perbankan Indonesia

Tahun politik diperkirakan relatif tidak berpengaruh dampak signifikan pada kinerja perbankan 

Pertumbuhan kredit yang melambat dan pertumbuhan DPK yang cenderung stagnan di tahun politik sebelumnya (2014) terjadi akibat pertumbuhan ekonomi global yang melambat, turunnya harga komoditas, normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat dan turunnya pertumbuhan ekonomi China. 
 
Sejak awal tahun 2018 hingga Oktober 2018, pertumbuhan kredit terus meningkat sementara pertumbuhan DPK cenderung melambat. Kondisi ini akan mengakibatkan pengetatan likuiditas, terutama saat menghadapi tahun politik (2019) yang cenderung akan mendorong pertumbuhan kredit (khususnya kredit konsumsi dan modal kerja)




Mengelola Turbulensi

Upaya yang dilakukan OJK dalam menghadapi turbulensi antara lain :

1. Memperkuat protokol manajemen krisis dan koordinasi lintas institusi

Menyempurnakan mekanisme pencegahan dan penanganan krisis
Menyempurnakan recovery and resolution plan di LJK
Meningkatkan koordinasi dengan institusi terkait dalam penanganan krisis keuangan 

Penerbitan POJK No. 2 /POJK.03/2018 tentang Penetapan Bank Sistemik dan Capital Surcharge

2. Menerbitkan paket kebijakan perbankan dalam mendorong ekspor dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi: 

POJK No.14/POJK.03/2018 tentang POJK tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum untuk Mendorong Pertumbuhan Sektor Perumahan dan Peningkatan Devisa 

POJK No.15/POJK.03/2018 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit atau Batas Maksimum Penyaluran Dana Bank untuk Mendorong Pertumbuhan Sektor Pariwisata dan Peningkatan Devisa

POJK No.16/POJK.03/2018 tentang Perubahan atas POJK Nomor 44/POJK.03/2017 tentang Pembatasan Pemberian Kredit atau Pembiayaan oleh Bank Umum untuk Pengadaan Tanah dan/atau Pengolahan Tanah

POJK No. 17/POJK.03/2018 tentang POJK tentang Perubahan atas POJK Nomor 6/POJK.03/2016 tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank 

SEOJK No. 11/SEOJK.03/2018 tentang SEOJK tentang Perubahan atas SEOJK Nomor 42/SEOJK.03/2016 tentang Pedoman Perhitungan Aset Tertimbang menurut Risiko untuk Risiko Kredit dengan Menggunakan Pendekatan Standar

What Should We Do?

  • Mitigation of Currency Risks ….. 
  • Liquidity risk management: Bank meningkatkan manajemen likuiditas di tengah
  • pertumbuhan kredit yang ekspansif dan perlambatan pertumbuhan DPK 
  • Credit Risk Management: mempertajam analisis pemberian kredit (sektor, industri,
  • debitur) 
  • Lebih proactive dalam bond portfolio management, terkait fluktuasi sektor keuangan. 
  • Diversifikasi sumber dana (DPK, SSB, dll).
  • Macroeconomic analysis
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya