Singkawang Kota Tertoleran 2018, Denpasar Peringkat 24



REDAKSIBALI.COM - Dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional yang diperingati setiap tanggal 16 November setiap tahun, SETARA Institute for Democracy and Peace melakukan kajian dan indexing terhadap 94 kota di Indonesia dalam hal isu promosi dan praktik toleransi. 

Tanggal 7 Desember lalu, SETARA Institute yang bekerja sama dengan Ford Foundation, Kementrian Dalam Negeri, dan Badan Pembinaan Ideolgi Pancasila (BPIP) mengeluarkan laporan tentang Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2018. 


Laporan ini merupakan laporan kedua SETARA Institute yang disusun dengan mengutamakan praktik-praktik toleransi terbaik kota-kota di Indonesia, dengan memeriksa seberapa besar kebebasan beragama/ berkeyakinan dijamin dan dilindungi melalui regulasi dan tindakan di satu sisi serta menyandingkannya dengan realitas perilaku sosial kemasyarakatan dalam tata kelola keberagaman kota, khususnya dalam isu agama/keyakinan.

Oleh SETARA Institute Kota Toleran dinyatakan sebagai kota yang memiliki beberapa atribut berikut. 1) Pemerintah kota tersebut memiliki regulasi yang kondusif bagi praktik dan promosi toleransi, baik dalam bentuk perencanaan maupun pelaksanaan. 2)Pernyataan dan tindakan aparatur pemerintah kota tersebut kondusif bagi praktik dan promosi toleransi. 3) Di kota tersebut, tingkat peristiwa dan tindakan pelanggaran kebebasan beragama/ berkeyakinan rendah atau tidak ada sama sekali. 4) Kota tersebut menunjukkan upaya yang cukup dalam tata kelola keberagaman identitas keagamaan warganya.


Menurut SETARA Institute, pemilihan 94 kota yang dikaji dan diindex ini didasarkan pada kepentingan praktis memudahkan kegiatan penelitian, di bandingkan dengan meneliti seluruh kabupaten/ kota di Indonesia yang berjumlah 514

Studi yang dilakukan SETARA Institute menetapkan 4 (empat) variabel sebagai alat ukur dengan mengadopsi kerangka pengukuran yang diperkenalkan oleh Grim dan Finke, yaitu: A) Regulasi Pemerintah Kota [Indikator: 1) Rencana pembangunan dalam bentuk RPJMD dan produk hukum pendukung lainnya dan 2) Kebijakan diskriminatif], B) Tindakan Pemerintah [Indikator: 3) Pernyataan pejabat kunci tentang peristiwa intoleransi dan 4) Tindakan nyata terkait peristiwa], C) Regulasi Sosial [Indikator: 5) Peristiwa intoleransi dan 6) Dinamika masyarakat sipil terkait peristiwa intoleransi], D) Demografi Agama [Indikator: 7) Heteregonitas keagamaan penduduk, dan 8) Inklusi sosial keagamaan].


Sumber data penelitian untuk mengukur indikator-indikator diperoleh dari dokumen resmi pemerintah kota, data Biro Pusat Statistik (BPS), data Komnas Perempuan, data SETARA Institute, dan referensi media terpilih. Penelusuran informasi di media massa dalam rentang waktu pemberitaan adalah sejak November 2017 hingga Oktober 2018.

Dalam laporannya SETARA Institute menyimpulkan, pada tahun 2018 ini terdapat 10 kota dengan skor toleransi tertinggi, yaitu secara berurutan; Singkawang, Salatiga, Pematangsiantar, Manado, Ambon, Bekasi, Kupang, Tomohon, Binjai, dan Surabaya.

10 Kota dengan IKT terbaik tahun 2018
Di sisi lain, tahun 2018 terdapat 10 kota dengan skor toleransi terendah, yaitu secara berurutan: Tanjungbalai, Banda Aceh, Jakarta, Cilegon, Padang, Depok, Bogor, Makassar, Medan, dan Sabang.

Dibandingkan dengan data Indeks Kota Toleran pada tahun sebelumnya, terjadi perubahan yang signifikan pada kelompok kota dengan skor tertinggi. Masuknya kota-kota Ambon, Bekasi, Kupang, Tomohon, dan Surabaya dalam top ten kota-kota toleran di Indonesia merupakan fenomena baru dalam IKT 2018. Artinya, 50% peringkat 10 teratas adalah wajah baru. Kota-kota tersebut menggeser Tual, Kotamobagu, Palu, Tebing Tinggi dan Surakarta dari peringkat 10 besar teratas.

 
10 Kota dengan IKT terendah  tahun 2018
Selain itu, disandingkan dengan data IKT tahun sebelumnya, secara umum tidak terjadi perubahan komposisi yang signifikan pada data 10 kota dengan indeks toleransi terendah pada tahun 2018, kecuali perubahan sangat signifikan terjadi pada Tanjungbalai yang tahun ini menempati peringkat ke-94 (peringkat 1 bottom ten). Selain itu, Medan dan Sabang juga menempati 10 besar terendah, di peringkat 9 dan 10). Ketiga kota tersebut menggeser posisi Yogyakarta, Banjarmasin, dan Mataram yang tahun ini keluar dari peringkat terbawah. 


Dari 94 kota yang dikaji dan diindexing, pada IKT tahun 2018 ini, Kota Denpasar menempati peringkat ke 24 dengan total skor akhir 5.393


Peringkat dan Skor IKT Kota Denpaar tahun 2018









Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya