900-an Juta Dana SILPA Desa Dauh Puri Kelod Tahun 2017 Dikorupsi?

Nyoman Mardika (kanan) dan kuasa hukumnya Ketut Bakuh, SH saat memberikan keterangan pada awak media, hari Senin (21/1) di Denpasar
REDAKSIBALI.COM - Nyoman Mardika, menunjukkan surat balasan kepada dirinya dari Kejaksaan Tinggi Bali perihal pemberitahuan tindak lanjut atas laporan/ pengaduan tentang adanya selisih SILPA tahun 2017 di Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar 

Dalam surat yang ditandatangani Asisten Tindak Pindana Khusus Kejaksaan Tinggi Bali, Anton Delianto menyatakan bahwa laporan lisan (disertai dokumen berupa kronologis permasalahan dan Laporan Hasil Pemeriksaan Khusus dari Inspektorat Kota Denpasar) yang di sampaikan Nyoman Mardika pada tanggal 7 Januari 2019 ditindaklanjuti dengan penelitian.

Hal itu terungkap saat Nyoman Mardika, warga Desa Dauh Puri Kelod melakukan pertemuan dengan awak media, hari senin (21/1) di Denpasar.

Sebelumnya Nyoman Mardika memaparkan ada indikasi tindak pidan korupsi di Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar. Dalam APBDes 2017 terdapat SILPA mencapai 1,9 Milliar, namun setengahnya atau sekitar Rp 900an juta, dari dana SILPA  tersebut tidak jelas keberadaanya.

Nyoman Mardika yang ditemani tim hukum Manikaya Kauci, Ketut Bakuh, SH, Catur Agung Prasetya, SH, Made Sugianta, SH, dan Andi Tri Wahyono, SH menyatakan “Kami di desa kemudian membentuk tim penelusuran untuk mencari selisihnya. Singkat cerita, audit internal pun dilakukan dan hasilnya memang ada penyimpangan,” ujar Mardika

Nyoman Mardika menyampaikan akan terus mengawal kasus ini agar mendapatkan atensi serta tindak lanjut dari pihak Kejaksaan Tinggi Bali.

Ditanya motif melaporkan kasus ini, Mardika mengatakan "Saya melaporkan kasus ini ke kejaksaan agar desa dalam pengelolaan anggaran bisa memberikan sistem yang terbuka dan akuntabel. Dengan demikian akan terwujud good governance dan clean governance di desa". 


Selain itu Mardika berharap kasus ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi desa desa lain di Bali.(GR)


Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya