Gus Yoga Dukung Pemkot Denpasar Tertibkan Penggunaan House Music Saat Pawai Ogoh-Ogoh

Ida Bagus Yoga Adi Putra, SH, MKn

REDAKSIBALI.COM - Menyambut hari raya Nyepi, identik dengan pawai ogoh-ogoh. Berdasarkan pengalaman pengarakan ogoh-ogoh pada malam Pengerupukan tahun sebelumnya di Denpasar, masih banyak ditemukan pawai menggunakan sound sytem dengan dentuman house musik. 

Pada tahun sebelumnya Pemkot Denpasar juga telah melarang penggunakan sound system dalam pengarakan ogoh-ogoh, namun masih banyak penggunaanya ditemukan di lapangan.

“Sebaiknya penggunaan sound system dalam pawai ogoh-ogoh ini kita evaluasi lagi dengan aturan yang lebih tegas. Selain tidak mencerminkan budaya Bali, dentuman house musik dari sound sytem juga rawan memicu konflik. Kita memiliki berbagai jenis gamelan tradisional untuk mengiringi pawai ogoh-ogoh, kita manfaat itu saja” kata Ida Bagus Yoga Adi Putra. kepada redaksibali.com via telpon, hari Senin (28/1/2019)

Ida Bagus Yoga Adi Putra, tokoh muda asal Desa Sanur Kaja menyampaikan “Malam pengerupukan bukanlah pesta, melainkan rangkaian dari upacara Tawur Agung Kesanga, sungguh tidak eleok kalau kita melaksanakan upakacara keagamaan dengan dentuman house music. Esensi kesakralan upacara menjadi sirna. Maunya nyomyang butha kala, malah jadi mengundang butha kala ngrebeda

Menurut pemuda yang dipanggil Gus Yoga ini, Penggunanaan house music ini bukan budaya Bali yang menggambarkan Taksu Bali. Gus Yoga juga berharap dalam pembuatan ogoh-ogoh sebaiknya menggunakan bahan yang ramah lingkungan, karena sampah sudah menjadi permasalahan yang sangat krusial di Denpasar.

“Kami mengajak generasi muda, khususnya Generasi muda Denpasar untuk mengambil langkah nyata dan pasti dalam menjaga adat, budaya dan lingkungan Bali” tandas Gus Yoga 
(GR)

Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya