Ida Bagus Putu Sukarta Ajak Pemuda Hadirkan Demokrasi yang Sejuk

Ida Bagus Putu Sukarta, SE, MSi (tengah) Bersama IB Putra, Klian Banjar Buruwan (paling kanan)  saat acara sosialisasi mengenai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI di Banjar Buruwan, Desa Sanur Kaja, hari Minggu (20/1/ 2019)

REDAKSIBALI.COM - Pemilu merupakan prasyarat negara demokrasi. Tahun ini kita memasuki tahun politik, pada bulan April nanti kita memilih Anggota DPRD dari tingkat kabupaten sampai tingkat pusat. Kita juga akan memilih anggota DPD dan Presiden secara bersamaan. 

Kita harus berdemokrasi yang sejuk dan teduh, tidak boleh gontok gontokan, jangan sampai tidak sportif dalam berdemokrasi.

Hal itu disampaikan Ida Bagus Putu Sukarta, SE, MSi kepada redaksibali.com disela acara sosialisasi empat konsensus nasional di Banjar Buruwan, Desa Sanur Kaja, hari Minggu (20/1/ 2019). 


Sosialisasi empat pilar kebangsaan merupakan program MPR RI, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

Dalam acara sosialisasi yang diikuti oleh anak-anak muda ini, Ida Bagus Putu Sukarta, SE, MSi sebagai anggota MPR RI memaparkan tentang pentingnya generasi muda memahami demokrasi, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Ida Bagus Putu Sukarta, SE, MSi , konsep demokrasi Pancasila tidak bersumber dari paham individualisme yang berkembang di Barat. Meski tak bisa ditampik nilai-nilai liberal yang membentuk demokrasi di Barat, seperti kesetaraan hak warga negara, kebebasan berpendapat sebagai pilar demokrasi yang utama, berpengaruh dan memperkaya demokrasi Pancasila.

Ida Bagus Putu Sukarta, SE,MSi memaparkan demokrasi Pancasila yang dimunculkan adalah demokrasi berdasarkan paham kebersamaan dan kekeluargaan. Substansi dari demokrasi model ini adalah sikap kritis terhadap kebijakan penguasa, musyawarah untuk mencapai mufakat dalam pengambilan keputusan politik dan kebiasaan tolong menolong atau gotong royong.

“Praktek demokrasi Pancasila di Indonesia itu bercorak pada nasionalisme religius bukan kepada nasionalis sekuler. Hal ini dapat kita lihat pada sila pertama Pancasila yang mengakomodasi  nilai-nilai ketuhanan dalam ideologi negara sebagai landasan dasar berbangsa dan bernegara” terang Ida Bagus Putu Sukarta, SE, MSi

“Karena itulah mari kita hadirkan demokrasi yang sejuk, yang membahagiakan, sehingga masyarakat Indonesia kehidupannya diwarnai dengan energi yang positif dan bermanfaat” pungkas Ida Bagus Putu Sukarta, SE,MSi
(GR)



Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya