FGD Tantangan dan Kisah Sukses Pekerja Disabilitas Hasilkan 5 Rencana Aksi

Peserta FGD Tantangan dan Kisah Sukses Pekerja Disabilitas di Rumah Creatif Hub, Sanur, hari Minggu (24/2) dalam sesi berfoto bersama

REDAKSIBALI.COM - Kami bersyukur pertemuan ini sangat produktif. Setidaknya ada 5 rencana aksi yang dihasilkan. Diantaranya  Self Advokasi, Training upgrade berbahasa asing & computer, Softskill Training, Disability Awareness ke Perusahaan, dan Infografis ke perusahaan tentang aksesibilitas difable. Rencana aksi itu dilengkapi dengan lembaga yang akan melaksanakan program dan waktu realisasinya.

Hal itu disampaikan Jeff Kristianto Iskandarsyah dari Business Export Development Organization (BEDO) memberi keterangan kepada redaksibali.com usai acara Focus Group Discussion (FGD) yang bertema Tantangan dan Kisah Sukses Pekerja Disabilitas di Rumah Creatif Hub, Sanur, hari Minggu (24/2).

Sekitar 50an orang difabel yang rata-rata sudah bekerja menghadiri FGD yang diselenggarakan Business Export Development Organization (BEDO), Puspadi Bali, Diffago, dan Satu Bumi Jaya ini.

Dalam FGD ini juga terungkap Para Penyandang disabilitas memiliki berbagai harapan ditengah keterbatasannya mengarungi dunia kerja diantaranya bagaimana mengekspresikan tugas dan hasil kinerjanya sama baiknya dengan orang biasa namun di sisi lain perlunya diberikan tambahan pelatihan self advokasi untuk membela dirinya sendiri.

"Namun yang terpenting adalah Perlunya dibuat suatu pelatihan 'Disability Awareness' ke para pelaku usaha (Perusahaan), yang berkolaborasi dengan Human Resource Association, agar rekan kerja dan atasan memiliki empaty dan memahami kebutuhan pekerja disabilitas," terang Jeff Kristianto. 

Suasana  FGD Tantangan dan Kisah Sukses Pekerja Disabilitas di Rumah Creatif Hub, Sanur, hari Minggu (24/2)
Kedepan, diharapkan juga adanya penguatan dari media nasional terkait isu-isu terkait prestasi yang diraih para disabilitas pada berbagai bidang, "Sebab sejatinya mereka tidak pernah minta dikasihani namun berharap dipenuhi hak-haknya terutama dalam dunia kerja," tutur I Nengah Latra, Direktur Puspadi Bali.

Puspadi Bali adalah sebuah LSM lokal yang berkomitmen untuk meningkatkan kehidupan orang-orang dengan disabilitas fisik di seluruh Bali dan Indonesia Timur, serta berusaha menuju masyarakat yang inklusif di mana orang-orang penyandang disabilitas diperlakukan sama dan diberikan kesempatan yang setara
.(GR/HD)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya