Daftar Pasang Baru Indihome

Mantan Komisioner KPU di Bali Deklarasikan KoDe Bali

Suasana deklarasi Komite Demokrasi (KoDe) Bali di Appel Point, Jl A Yani Utara, Denpasar, Jumat (8/2/2019)
'Kami ingin memberikan sumbangsih dan mampu memberikan kajian, termasuk kritis terhadap pelaksanaan Pemilu. Karena kami sekarang ada di luar sehingga bisa melihat atau meneropong permasalahan secara lebih luas, obyektif, dan indenpenden,”

Demikian disampaikan Gde Suardana mantan Ketua KPU Buleleng saat deklarasi Komite Demokrasi (KoDe) Bali di Appel Point, Jl A Yani Utara, Denpasar, Jumat (8/2/2019)

Menurut Gde Suardana, pendirian KoDe Bali merupakan bentuk komitmen para mantan penyelenggara Pemilu untuk tetap mengawal pelaksanaan demokrasi di Bali. Termasuk keinginan untuk tetap memberikan sumbangsih bagi pengembangan demokrasi di Bali.

Suardana menyadari bahwa pemilu 2019 sangat berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Sehingga diharapkan pemikiran KoDe Bali dapat memberikan jalan bagi penyelesaian permasalahan yang muncul.

Komite Demokrasi (KoDe) Bali merupakan organisasi yang dibentuk oleh para mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Bali.

Pengurus KoDe Bali dintaranya, Tim Ahli Wayan Jondra, Kadek Wirati, Ketut Sunadra, Ketua Gede Suardana, Wakil Ketua Anak Agung Putra, Sekretaris Made Kariada, Bendahara Putu Aryanti.

Dalam siaran pers yang diterima redaksibali.com keanggotaan KoDe Bali ini akan bertambah, jika masih ada para mantan penyelenggara yang non partisan ingin bergabung.

Deklarasi Komite Demokrasi (KoDe) Bali dilkasankana bersamaan dengan Diskusi Media yang dihadiri KPU Bali dan Kabupaten/ Kota, Bawaslu Bali dan Kabupaten/Kota, mahasiswa, media, dan ormas.(GR.rls)
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya