Menjawab Tantangan Pekerja Disabilitas


REDAKSIBALI.COM - "Puspadi Bali memiliki program Hard & Soft Skills yang telah kami lakukan selama kurang lebih 10 tahun bekerjasama dengan BEDO. Dan menurut kami, sudah saatnya kami berdiskusi untuk memikirkan strategi lainnya yang harus kami lakukan untuk membantu lulusan kegiatan tersebut agar bisa diserap di dunia kerja".

Demikian disampaikan I Nengah Latra, Direktur Puspadi Bali memberi keterangan kepada redaksibali.com disela persiapan penyelengaraan FGD Pekerja Disabilitas yang akan diselengarakan Minggu besok (24/2) di Rumah Creatif Hub, Sanur

Lebih lanjut Nengah Latra menerangkan, berbagai inisiatif dan program sudah dilakukan untuk membantu penyandang disabilitas mendapatkan pekerjaan. Namun hal tersebut bukanlah perkara mudah karena diperlukan perjuangan yang berbulan- bulan bahkan bertahun-tahun untuk mewujudkan dunia kerja inklusif.

Untuk itulah, Business Export Development Organization (BEDO), Puspadi Bali, Diffago, dan Satu Bumi Jaya berkolaborasi mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas cerita sukses dan tantangan yang dihadapi disabilitas di dunia kerja.


"Tujuan dari kegiatan tersebut untuk memeroleh ide-ide fresh guna dilanjutkan menjadi sebuah masukan untuk mempersiapkan rekan-rekan disabilitas secara soft dan hard skill sehingga siap memasuki dunia kerja." ujar Nengah Latra.

Sementara itu, Ni Komang Ayu Suriani atau yang akrab dipanggil Suri, Founder dan CEO Diffago, All-in-One platform berpendapat bahwa sangat penting memberikan inovasi pada training-training yang sudah dilakukan agar apa yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan market saat ini.

Menurut keterangan panitia, FGD akan diawali Pemutaran Video/ Presentasi tentang Kondisi Pekerja Disabilitas Saat Ini. Selanjutnya Dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan tema 'Tantangan Pekerja Disabilitas' yang dibagi ke dalam 3 sub tema yakni: tantangan akses menuju tempat kerja, tantangan adaptasi pekerjaan (skill) dan tantangan terhadap rekan kerja dan atasan



FGD direncanakan akan diikuti oleh 50 orang penyandang disabilitas dan juga mengundang Dinas Sosial Provinsi Bali.

"Ayo kita dukung terus terwujudnya dunia kerja inklusif di Indonesia" pungkas Komang Ayu Sriani.
(GR)
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya