Daftar Pasang Baru Indihome

Mentri Agama Tekankan Prinsip Moderasi Agama dalam Penyuluhan

Menteri Agama RI H. Lukman Hakim Saiffudin  dan Wakil Gubernur Bali TCok Ace dalam acara  tatap muka dengan Penyuluh Agama Provinsi Bali di sisi barat Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Sabtu (23/2)
REDAKSIBALI.COM - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengapreasi peran penting penyuluh agama. Hal tersebut diutarakannya saat mendampingi Menteri Agama RI H. Lukman Hakim Saiffudin dalam tatap muka dengan Penyuluh Agama Provinsi Bali di sisi barat Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi, Sabtu (23/2).

Menurut Cok Ace, para penyuluh agama selama ini telah bekerja keras dalam meningkatkan pemahaman beragama di kalangan masyarakat. Lebih dari itu, para penyuluh agama juga punya andil dalam memupuk semangat toleransi.

"Meskipun imbalan yang diterima belum dapat memenuhi harapan para penyuluh, tapi saya berkeyakinan hal itu tak mempengaruhi semangat dalam menjalankan pengabdian," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim dalam arahannya mengingatkan agar para penyuluh agama menjalankan tugasnya dengan baik. Jangan merasa diri hebat, padahal sejatinya cara penyampaian kepada umat bertolak belakang.

"Penyuluhan harus disampaikan dengan baik. Jangan dengan amarah, apalagi sampai menjelek-jelekkan agama lain," ujarnya. 

Dalam melaksanakan penyuluhan, para penyuluh ditekankan agar menanamkan prinsip moderasi beragama. "Memang belakangan ada yang akstrim, tapi kita jangan menjauhi mereka. Justru sebaliknya, kita rangkul agar kembali ke jalan moderat," imbuhnya. 

Pada bagian lain, Menag Lukman Hakim juga menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan para penyuluh agama.

Sedangkan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra mohon tambahan tenaga penyuluh agama kepada pemerintah.

Acara tatap muka diisi dengan dialog, pelepasan burung dan ramah tamah.
*HPB
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya