Daftar Pasang Baru Indihome

Perludem Minta Profil Caleg Dibuka ke Publik




REDAKSIBALI.COM - Ketidaktersediaan informasi mengenai Caleg akan membuat pemilih kesulitan mengenali profil, memantau rekam jejak, dan mengetahui program masing-masing Caleg yang berujung pada kesulitan memilih pada hari pemungutan suara nanti.

Informasi-informasi yang tertera pada formulir model BB.2 penting dibuka agar pemilih bisa mendasarkan pilihannya pada integritas, kualitas, rekam jejak, dan komitmen yang bisa dilacak dariprofil Caleg tersebut.

Sebagai contoh, status khusus apakah Caleg terpidana, mantan terpidana, atau bukan mantan terpidana dengan mudah bisa dilacak pemilih jika Caleg benar-benar serius mengisi satu kolom dari sekian banyak kolom isian yang tertera pada formulir model BB.2 dan membukanya kepublik.

Oleh karena itu Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi mendorong komitmen keterbukaan partai dan Caleg dari masing-masing partai untuk membuka data profil diri agar pemilih bisa lebih mengenal orang yang akan menjadiwakilnya di parlemen kelak. Caleg mesti serius mengisikolom-kolom di formulir model BB.2 dengan lengkap dan benar.

Demikian isi siaran pers Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) yang diterima redaksibali.com, hari Kamis (7/2)

Dalam siaran persnya, Perludem juga mendorong KPU untuk merumuskan data mana saja yang perlu dibuka dan relevan dengan kebutuhan pemilih serta mengkonfirmasi ulang pada Caleg yang kemungkinan masih mau membuka data diri di luar data pribadi.

Menurut Perludem, KPU harus tetap mengakomodasinya di system informasi pencalonan yang dimiliki KPU dan membuka data-data seluas-luasnya dalam format data terbuka untuk mendorong partisipasi publik yang lebih luas ntuk mengkritisi dan mengolah data-data tersebut. Namun, jika pada bata swaktu tertentu Caleg masih enggan membuka profilnya ke publik, KPU juga perlu mengumumkan nama-nama tersebut.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Perludem dari system informasi KPU infopemilu.kpu.go.id, per 6 Februari 2019 masih ada 2043 dari 7992 (25,56 persen) Caleg yang enggan membuka data diri. Jika direkapitulasi berdasarkan jenis kelamin, 1162 dari 4790 (24.26 persen) caleg laki-laki enggan membuka data diri serta 881 dari 3203 (27.51 persen) caleg perempuan enggan membuka data diri.

Setelah direkapitulasi Perludem berdasarkan partai, Partai Demokrat, Partai Hanura, PKPI, Partai Garuda, dan Partai NasDem adalah lima partai dengan jumlah ketidaktersediaan profil Caleg tertinggi. Sementara lima partai dengan jumlah ketidak tersediaan profil Caleg terendah yaitu Partai Golkar, Partai Berkarya, PPP, PAN, Perindo
(GR,rls)
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya