Pilihan Presiden Pasca Debat Pertama



REDAKSIBALI.COM - Populi Center merilis hasil survey 'Menakar Pengaruh Debat Terhadap Keterpilihan Paslon' hari Kamis (7/2). Pengambilan data survei secara nasional dilakukan dari tanggal 20 - 27 Januari 2019. Besaran sampel survey ini 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling. Dengan margin of error = + 2.53% pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasil survey menunjuikkan, Elektabilitas head to head capres belum banyak berubah dibandingkan survei sebelumnya. Pada Januari 2019, elektabilitas Joko Widodo sebesar 52 persen, naik sekitar 1 percentage point dibanding sebelumnya. Sementara elektabilitas Prabowo Subianto sebesar 29.5 persen, turun sedikit dari survei sebelumnya yang 29.9 persen.




Untuk elektabilitas 2 paslon, Jokowi-Ma’ruf mendapatkan angka elektabilitas sebesar 54,1 persen. Sementara Prabowo-Sandi mendapat 31,0 persen. Hasil ini relative sama dengan temuan survey pada bulanbulan sebelumny

Mayoritas masyarakat menyatakan bahwa alasan utama dalam memilih pasangan Capres dan Cawapres adalah karena suka dengan figur Presiden (diakui oleh 46,4 persen responden). Sementara itu, 15.9 persen memilih karena Capres dan Cawapres memiliki kompetensi untuk menyelesaikan masalah ekonomi.

Setelah debat pertama, hasil survey menunjukkan lebih banyak yang memilih Joko Widodo -KH Ma'ruf Amin sebagi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024? (%)





Lembaga survey LSI Denny JA juga merilis hasil survey bulan Februari ini. Survey LSI Denny JA bertajuk ‘Jokowi-Ma’ruf vs Prabowo-Sandi di Enam Kantong Suara’

Ada empat point yang menjadi kesimpulan survey LSI Denny JA ini. Pertama, dari 6 kantong suara, Jokowi-Ma’ruf unggul 5 : 1 dibandingkan Prabowo Sandi, yaitu di kalangan pemilih Muslim, Minoritas, Wong Cilik, Emakemak, Millennial, dan hanya kalah di kalangan Terpelajar.

Kedua, selama 5 bulan kampanye, dukungan Jokowi-Ma’ruf meningkat di kalangan pemilih Minoritas, Emak-emak, Wong Cilik, dan Millennial. Namun sedikit menurun di pemilih Muslim dan kalangan Terpelajar.

Ketiga, selama 5 bulan kampanye, dukungan Prabowo-Sandi meningkat di pemilih Muslim dan Millennial. Namun menurun drastis di segmen pemilih Minoritas dan sedikit menurun di pemilih Wong Cilik, Emakemak, dan kalangan Terpelajar.

Keempat, bulan Januari 2019, secara total Jokowi-Ma’ruf masih unggul atas Prabowo-Sandi : 54,8% vs 31,0%. Selisih masih sekitar 20%.
(GR,rls)
Share on Google Plus

About REDAKSI BALI

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya