Tiongkok Adalah 'Saudara Tua ' Warga Bali, Wagub Dorong Semangat Kebersamaan

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat menhadiri  gelaran seni budaya serangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2570 di Nusa Dua Theater, Nusa Dua pada Jumat (8/2) malam.
REDAKSIBALI.COM - Warga etnis Tionghoa sudah dianggap 'saudara tua' oleh masyarakat Bali. Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat memberikan sambutan dalam gelaran seni budaya serangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2570 di Nusa Dua Theater, Nusa Dua pada Jumat (8/2) malam.

Menurut Wagub, banyak hal berharga yang sudah disumbangkan etnis Tionghoa terhadap kebudayaan Bali sejak pertama kali kedatangannya di awal abad ke 13 silam. Misalnya, penglingsir Puri Agung Ubud tersebut mencontohkan penggunaan uang kepeng (pis bolong,red) yang hingga saat ini masih jadi salah satu sarana upacara di Bali.

"Dan masih banyak lagi contoh akulturasi budaya Tiongkok dan Bali sehingga mulai tahun ini kami menggelar Balingkang Kintamani Festival sebagai tanda persaudaraan sekaligus terima kasih dan apresiasi kepada saudara dari Tiongkok," tukas pria yang akrab disapa Cok Ace ini.

"Kami masyarakat Bali juga belajar banyak di bidang ekonomi, di bidang perdagangan dengan saudara-saudara," lanjutnya.

Cok Ace juga mengharapkan momen Tahun Baru Imlek ini jadi momen berkumpul dan simbol keharmonisan antar sesama, dengan alam semesta seta kepada tuhan. "Karena kedekatan kita, tak hanya sekedar soal pariwisata tapi juga kedekatan secara budaya," Tutupnya.

Sementara itu Konsulat Jenderal Tiongkok di Bali Guo Haodong memaparkan kemajuan yang pesat dari hubungan Indonesia, khususnya Bali dengan Republik Rakyat Tiongkok.

"Kemitraan kita semakin strategis baik di bidang ekonomi, budaya, pariwisata dan pendidikan. Kami sangat berterimakasih atas dukungan Pemprov Bali selama ini,"katanya. Untuk itu, Haodong mengharapkan kedepannya hubungan ini semakin baik demi kemajuan bersama.

Gelar Seni perayaan Tahun Baru Imlek banyak menampilkan kesenian tradisonal dari kedua negara serta pertunjukkan kolaborasi duta seni Tiongkok dan Mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat menghadiri pelantikan pengurus Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Bali Masa Bhakti 2019-2022 yang dirangkai dengan Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 di Hongkong Garden & Restaurant, Kamis (7/2/2019) petang.

Sehari sebelumnya Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati juga menghadiri pelantikan pengurus Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Bali Masa Bhakti 2019-2022 yang dirangkai dengan Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 di Hongkong Garden & Restaurant, Kamis (7/2/2019) petang.

Pada kesempatan ini Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa kebersamaan dan saling menghargai sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan pembangunan yang makin kompleks. “Tantangan itu menuntut partisipasi aktif dan optimal seluruh lapisan masyarakat,” ujar Cok Ace

Wagub Cok Ace juga mengajak seluruh masyarakat Bali keturunan Tionghoa dan juga komponen masyarakat lainnya, senantiasa mempertahankan kerukunan yang telah dibangun selama ini.

Sementara itu, Ketua DPD PPIT Bali Cahaya Wirawan Hadi mengatakan bahwa upaya menjalin hubungan baik antara Bali, Indonesia dan Tiongkok sangat dibutuhkan komunikasi yang selaras agar bisa hidup berdampingan dengan baik.
 (GR.HPB)
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya