Angkat Diri Sendiri Sebagai Plt Kadis, Kemendagri Minta Agar Bupati Tator Mentaati UU Pemda dan UU ASN



REDAKSIBALI.COM - Beredar luas Bupati Tana Toraja di Sulawesi Selatan mengeluarkan surat perintah yang memerintahkan dirinya sendiri sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja.

Terkait hal ini, Kemendagri melalui Kapuspen Kemendagri Bahtiar Baharuddin minta agar Gubernur Sulawesi Selatan selaku wakil.pemerintah pusat didaerah dapat segera turun tangan melakukan pengecekan verifikasi informasi, melakukan pembinaan dan pengawasan trhadap Kebijakan Bupati Tana Toraja (Tator) yang  telah mengangkat dirinya ssebagai Plt Kadis Kesehatan.

Dalam rilis media  yang diterima redaksibali.com hari Rabu (13/3), Kementrian Dalam Negeri menyatakan  bila  info yang beredar luas dimasyarakat benar, maka kebijakan Bupati Tator tersebut diduga kuat bertentangan dengan kaidah tata kelola pemerintahan daerah yang diatur dalam UU Pemda dan Tata Kelola Jabatan Aparatur Sipil Negara yang diatur dalam UU ASN.

Sejatinya jabatan Kadis Kesehatan (jabatan pimpinan tinggi madya setingkat eselon II.b). adalah jabatan ASN yang diatur dalam.UU Nomor 5 th 2014 tentang  Aparatur Sipil Negara,(ASN)  hanya dapat diisi oleh PNS baik sbg pejabat.defenitif maupun sbg PLT atau PLH sssuai ketemtuan peraturan perundang-undangan.

Kepala Daerah (KDH) adalah Jabatan Politik tidak dapat menduduki.jabatan baik sebagai Penjabat sementara, PLT maupun PLH pada jabatan ASN (jabatan pimpin tinggi madya, jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator, atau jabatan pengawas) atau yang biasa dikenal pejabat eselon I, pejabat eselon II, Pejabat eselon III dan pejabat eselon IV.

Seyogianya.Bupati Tana Toraja hati-hati membuat kebijakan diluar ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena tindakan tersebut dapat dikategorikam.sebagai mal-administrasi.

Karena tidak ada satu alasan pun, keadaan mendesak atau keadaan luar biasa yg memungkinkan yang bersangkutan  melakukan diskresi diluar hukum.untuk kasus Plt. Kadis Kesehatan, sehingga terpaksa jabatan tersebut harus dijabat oleh dirinya yang juga adalah Kepala Daerah. Masih tersedia.cukup banyak pejabat Pemda kab Tator yg dapat ditunjuk sbg PLT atau PLH.

Sebagai bahan rujukan hukum yaitu Pasal 234 ayat (2) UU Nomor 23 tahun 2014 tentang  Pemerimtahan Daerah mengatur bahwa : " Kepala Peramgkat daerah kabupaten/kota diisi dari Pegawai negeri sipil yg memenuhi persyatatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan bertugas diwilayah daerah provinsi yang bersangkutan".

Selain itu memperhatikan Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara K.26-30/V.20.3/99 tanggal 5 februari 2016 perihal kewenangan pelaksana harian dan pelaksana tugas dalam.aspek kepegawaian, diatur bahwa: : PNS atau pejabat menduduki jabatan pimpinan tinggi, jabatan administrator, atau jabatan pengawas hanya dapat diperintahkan sebagai pelaksana harian atau pelaksana tugas dalam jabatan pimpinan tinggi, jabatan administrator atau jabatan pengawas yang sama atau setingkat lebih dilingkungan kerjanya".

Jadi dengan demikian.secara hukum Pejabat defenitif, .PLT.(pelaksana tugas) dan PLH hanya.hanya dapat diisi.oleh Pegawai Negeri Sipil.

Solusinya adalah Bupati Tator dapat menugaskan salah satu pejabat eselon II atau pejabat eselon III dilingkungan Pemkab untuk menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) atau sebagai Pelaksana.Harian.(PLH). *GR, pupem kemendagri
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya