Daftar Pasang Baru Indihome

Bawaslu Gianyar Mulai Lantik dan Beri Pembekalan Pengawas TPS

Acara Pelantikan, Pembekalan dan Bimtek PTPS Desa/ Kelurahan  se Kecamatan Gianyar di Hotel Gianyar hari Senin (25/3)

REDAKSIBALI.COM - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Gianyar melantik 294 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Desa/ Kelurahan  se-Kecamatan Gianyar, hari Senin (25/3) di Hotel Gianyar. 

Setelah dilantik PTPS juga diberikan pembekalan dan bimbingan teknis terkait tugas-tugas PTPS oleh Panwascam dan Bawaslu Gianyar.

Menurut keterangan Ketua Bawaslu Gianyar, Wayan Hartawan, 294 PTPS di Kecamatan Gianyar merupakan sebagian dari 1.502 PTPS yang akan dilantik diseluruh Gianyar.

“Jajarannya Bawaslu ditingkat kecamatan sekabupaten Gianyar, mulai hari Senin (25/3) sampai hari Kamis (28/3) akan melantik secara maraton PTPS sesuai dengan jumlah TPS yang ada di kecamatan masing-masing. Pada hari pelantikan PTPS juga diberikan pembekalan, dengan harapan pada saatnya nanti PTPS dapat melaksanakan tugas di TPS. PTPS diharapkan benar-benar memahami apa yang menjadi tugas dan kewenangannya, sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik. Terkait syarat calon PTPS adalah berumur 25 tahun dan berijazah SMA atau sederajat” kata Hartawan

Setelah pelantikan PTPS di Kecamatan Gianyar, Bawaslu Kabupaten Gianyar melalui Panwascam akan melantik PTPS Kecamatan Blahbatuh sebanyak 211 orang, Kecamatan Sukawati sebanyak 310 orang, Kecamatan Ubud sebanyak 216 orang, Kecamatan Payangan sebanyak 145 Orang, Kecamatan Tegalalang sebanyak 162 orang dan Kecamatan Tampaksiring sebanyak 164 orang. 
Wayan Hartawan, Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar
“Setelah mendapat pembekalan dan bimbingan teknis. kami berharap PTPS ini betul betul profesional dan proporsional dalam menjalankan tugas. Karena beliau inilah yang akan mengawasi secara langsung proses pemungutan dan penghitungan suara d TPS” harap Hartawan (GR)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya