Daftar Pasang Baru Indihome

Bawaslu Gianyar Temukan 13 WNA Tercatat di DPT

Bawaslu Gianyar
REDAKSIBALI.COM  - Menindaklanjuti   informasi adanya WNA terdaftar masuk dalam DPT, Ketua Bawaslu Gianyar Wayan Hartawan mengintruksikan stafnya untuk melakukan penyisiran nama nama warga negara asing dengan menggunakan indikator  tempat,  tanggal lahir.

Dalam keterangannya kepada redaksibali.com, hari Rabu (13/3) Hartawan juga  menyampaikan telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk mendapatkan informasi seberapa banyak orang asing yang tinggal di Kabpaten  Gianyar, serta identitas apa saja yang sudah di keluarkan oleh Disdukcapil terhadap orang asing itu.

“Setelah Bawaslu Gianyar melakukan  penyandingan dan penyisiran data DPT  dengan data Disdukcapil,  ditemukan data lebih dari 200 orang yang perlu diverifikasi ulang. Data selanjutkan dipilah perkecamatan untuk memudahkan Panwascam beserta jajaranya  ditingkat desa  melakukan verifikasi faktual terkait dengan adanya indikasi WNA ada dalam DPT" kata Hartawan

Hartawan menyampaikan sampai hari ini dan sambil proses penyisiran dan verifikasi faktual berjalan dari 13 WNA yang tercatat dalam DPT, sudah 12 orang berhasil diverifikasi Bawaslu Gianyar 

“Jajaran Bawaslu Gianyar  sampai di tingkat desa berupaya menemui  orang yang diduga WNA tersebut atau setidaknya dapat menemui kelian dinas atau pun kepala lingkungan tentang kebenaran data itu.  Kami juga berupaya untuk mendapatkan KK ataupun KTP dari  orang yang diduga WNA tersebut sebagai suatu kepastian status dari orang tersebut” lanjut Hartawan

Hartawan juga menerangkan Petugas Bawaslu  tidak dapat menemui  semua  orang yang potensial diduga WNA dalam daftar DPT.  Sebagai solusi, Bawaaslu Gianyar  minta surat pernyataan dari kelian atau Kepala lingkungan  untuk memastikan status dari orang tersebut apakah WNA atau WNI. (GR)

Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya