Daftar Pasang Baru Indihome

Kepala BNPB : Bali Menjadi Inspirasi Bagi Daerah Lain

Deklarasi Kampus Siaga Bencana (KSB) di Gedung Auditorium Kampus Universitas Warmadewa, hari Kamis (28/3) yang dihadiri Kepala BNPB, Letnan Jendral Doni Monardo
REDAKSIBALI.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Letnan Jendral  Doni Monardo mengajak seluruh masyarakat Bali untuk tidak menggunakan plastik kemasan sekali pakai. Doni Monardo  juga memberikan apresiasi kepada Pemprov Bali dan Kota Denpasar yang sudah mengeluarkan aturan melarang penggunaan plastik sekali pakai. Menurutnya ini harus menjadi contoh bagi daerah lain. 

“Saya berjanji pada diri sendiri tidak minum air kemasan, maka tambler adalah solusinya. Kemanapun saya pergi tambler itu setia menemani saya, ini juga sebagai wujud keseriusan dalam menjaga alam yang dimulai dari diri sendiri,” kata Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo saat memberikan sambutan pada acara Deklarasi Kampus Siaga Bencana (KSB) di Gedung Auditorium Kampus Universitas Warmadewa, hari Kamis (28/3) 


Menururt Doni, jika seluruh Universitas di Bali bergerak dan berkomitmen untuk jaga lingkungan serta melaksanakan gerakan bebas plastik, maka Bali akan makin maju dan disenangi atas kelestarian lingkungannya.

Dalam sambutannya Doni juga berharap alam Bali bisa menjadi tempat terbaik pada tingkat nasional dan bahkan dunia internasional. Dan juga bisa menjadi contoh yang  menginspirasi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan dengan konsep Tri Hita Karananya.

Pada kesempatan itu Doni memperkenalkan istilah ‘Gosong’ yang diartikan global warming bukan omong kosong. Menurutnya pemanaan global ini terbukti dan telah terjadi. “Mari kita siapkan diri dan kembangkan ke lingkungan di sekitar kita. Mari menjadi pahlawan-pahlawan kemanusiaan dengan melakukan langkah penyelamatan jiwa manusia, jangan malah menjadi pemicu dan penyebab terjadinya sebuah bencana” ajak Doni

“Kerusakan yang terjadi adalah karena perilaku manusia, mulai sekarang mari lakukan pencegahan pemotongan dan penebangan pohon serta cegah sampah. Mencegah adalah jauh lebih penting dibanding dengan menyatakan diri siap untuk selamat tatkala terjadi bencana” lanjut Doni.

Lebih lanjut Doni mengajak hadirin untuk menanam pohon di pinggir pantai, misalnya cemara udang, karena hal ini terbukti untuk mitigasi dan mampu menahan ancaman tsunami. "Upaya menanam berbagai jenis pohon terutama di pantai sudah terbukti mampu menyelamatkan manusia dari ancaman tsunami" katanya

Doni juga mengajak pemerintah, masyarakat, dunia usaha, pakar/akademisi dan media yang dikenal dengan istilah penta helix untuk mengenali ancaman dan menyiapkan strategi dalam menghadapi bencana “ mari terus BERSINERGI dalam upaya penanggulangan bencana” katanya

Terkait Deklarasi Kampus Siaga Bencana, Doni berharap deklarasi tidak hanya seremonial saja, namun tindakan nyata melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama pada sisi penelitian dan pengabdian masyarakat jauh lebih penting untuk dilakukan.

Doni meminta komponen kampus harus memikirkan bagaimana kita bisa hidup harmoni dengan bencana. Untuk bisa seperti itu perlu dilakukan langkah preventif dan upaya pencegahan dengan edukasi kepada masyarakat.

Tampak hadir pada acara Deklarasi Kampus Siaga Bencana), Rektor Universitas Warmadewa, Ketua Yayasan Warmadewa, Civitas Akademika, Kalaksa BPBD Prov Bali dan instansi terkait. 


Deklarasi KSB ditandai dengan pembacaan Deklarasi, penandatanganan prasasti, dan tanda tangan dukungan di atas banner oleh semua pihak. (GR, rt)
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya