Tanpa Hoaks dan Ujaran Kebenclan, Pemilu Berjalan Damai Tanpa Konflik

Suasana diskusi bertemakan ‘Deklarasi Bali untuk Pemilu Damai Tanpa Hoaks dan Ujaran Kebenclan’ hari Sabtu, (30/3) di ASA Café Renon , Denpasar 

REDAKSIBALI.COM - SETARA Institute menggelar kegiatan diskusi bertemakan ‘Deklarasi Bali untuk Pemilu Damai Tanpa Hoaks dan Ujaran Kebencian’ hari Sabtu, (30/3) di ASA Café Renon, Denpasar. 

Diskusi yang menghadirkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera,SH.MH, Dirintelkam Polda Bali Kombes Pol. Drs. Wahyu Suyitno, Ketua Forum Kerukunan antar Umat Beragama (FKUB) Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, dan Rofiqi Hasan sebagai narasumber, menyepakati lima poin yang mendorong kesadaran publik untuk bersama-sama mendukung pesta demokrasi agar berjalan damai tanpa konflik

Dalam diskusi terungkap harapan kepada seluruh kontestan politik elektoral untuk meneguhkan komitmen yang sama menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, yang seyogyanya menjadi landasan etik dan dasar moral sebagai bangsa dalam berinteraksi sebagai sesama anak bangsa yang toleran dan anti kekerasan dalam tata kebinekaan.

Selain menjaga kehormatan dan martabat sesama anak bangsa dengan tidak menggunakan ujaran kebencian untuk merendahkan kandidat atau pendukungnya atau siapapun yang memiliki preferensi politik yang berbeda, peserta diskusi juga  mengungkapkan pentingnya menjaga keluhuran budi sebagai warga masyarakat dan anak bangsa untuk menghindari dan mencegah produksi, penggunaan dan distribusi hoaks untuk kepentingan Pemilu dan Pilpres.

Diskusi yang dipandu Ngurah Karyadi ini mengajak hadirin menjadi pengawal ketahanan sosial di tengah-tengah masyarakat berbangsa dan bernegara untuk tidak mudah menjadi objek politik pecah belah yang dilakukan oleh kelompok manapun.

Ditekankan pula agar seluruh anak bangsa untuk menjadi bagian dari Pemilu dan Pilpres sebagai pesta rakyat yang damai dan berintegritas, pilihan boleh beda persatuan dan kesatuan bangsa harus kita jaga.

Tampak hadir dalam diskusi beberapa perwakilan partai politik, KPU Kota Denpasar, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali, Komisi Penyiaran Daerah Bali, aktivis pemantau pemilu, praktisi hukum dan awak media.

Usai pembacaan deklarasi, seluruh peserta yang hadir, termasuk perwakilan dari TNI dan Polri, membubuhkan tanda tangan pada media yang disiapkan oleh panitia penyelenggara.

(GR)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya