Menjalin Sinergi dengan Relawan, BPBD Bali Tidak Pernah Libur

Kepala Pelaksana BPBD Bali, Drs. Made Rentin, MSi (kanan) menerima  dokumen proposal yang disampaikan Perwakilan PASEBAYA Agung. Jero Mangku Sugata di kantor BPBD Bali, hari sabtu (20/4)
REDAKSIBALI.COM - Sejak dibentuk dan diinisiasi oleh badan Nasional Penanggulang Bencana (BNPB) tahun 2017, Pasemetonan Jagabaya (PASEBAYA) Gunung Agung mengemban tugas mulia yakni amanah Hyang Giri Tohlangkir, membangun dan menjaga kesiapsiagaan di tengah-tengah masyarakat, yang dilakukan dengan edukasi secara rutin dan berkelanjutan lewat komunikasi radio yang secara luas dapat diakses oleh masyarakat lingkar 28 desa terdampak erupsi, dan juga masyarakat umum.

Menindaklanjuti pertemuan singkat antara Ketua Pasebaya, Gede Pawana dengan Deputi Logistik & Peralatan (Logpal) BNPB, Rudi Phadmanto beberapa waktu lalu, Perwakilan PASEBAYA Agung. Jero Mangku Sugata menemui Kepala Pelaksana BPBD Bali, Drs. Made Rentin, MSi dikantornya, di Jalan D.I. Panjaitan, hari Sabtu (20/4). Tujuan Perwakilan Pasebaya menemui Kalaksa BPBD Bali untuk menyampaikan proposal dalam rangka pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Agung,

“Hari ini saya menerima perwakilan dari Pasebaya yang menyampaikan dokumen proposal  kepada BNPB. Sesuai penjelasan lisan Pak Deputi saat itu, bahwa bantuan peralatan dari BNPB tidak dimungkinkan langsung kepada obyek (masyarakat) tetapi mesti melalui BPBD, oleh karena itu BPBD Provinsi Bali akan memfasilitasi dan menjembatani” kata Kalaksa BPBD Bali,  Made Rentin kepada redaksibali.com  memberi keterangan

“Pasebaya memang pernah menerima bantuan peralatan berupa radio komunikasi, tetapi tentu seiring perjalanan waktu, disamping telah melewati masa waktu juga beberapa alat mengalami kerusakan, oleh karena itu Pasebaya kembali mengajukan permohonan kepada Pemerintah Pusat melalui BPBD Provinsi Bal” lanjut Rentin.

Menurut keterangan Rentin proposal dari pasebaya ini akan tindak lanjuti ke Deputi Logpal BNPB. Rentin Berharap semua relawan relawan (termasuk Pasebaya) mendapat perhatian serius dari Pemerintah. “Relawan memiliki peran penting, tidak hanya dalam upaya edukasi masyarakat tetapi seperti contoh saat erupsi Gunung Agung tahun 2017 silam, Pasebaya ikut serta melakukan evakuasi bersama-sama petugas BPBD dan unsur lainnya” kata Rentin

“Kami tidak diam bahkan tidak pernah libur, lihat saja kalender BPBD tidak ada tanggal merah, semuanya hitam. Itu artinya kami selalu SIAP SIAGA, hari ini Sabtu merupakan kegiatan rutin BSB-TC (Bali Siaga Bencana Tennis Club) melakukan latihan rutin untuk kesehatan dan kebugaran fisik dalam melaksanakan tugas kemanusiaan, semangat tangguh harus diwujudkan dengan sehat fisik personil BPBD. Dan besok hari Minggu kami berkumpul dan membaur dengan Manajemen ITDC Nusa Dua dalam rangka persiapan Driil Kesiapsiagaan sebagai rangkaian HKB (Hari Kesiapsiagaan Bencana) tahun 2019” tutur Rentin

Kalaksa BPBD yang juga mengemban tugas sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Bali ini mengajak kepada semua pihak untuk ikut serta berpartisipasi dalam pelaksanaan HKB tanggal 26 April 2019, dengan melakukan simulasi atau gladi evakuasi bencana mandiri di tempat masing-masing, mulai rumah tempat tinggal, kantor pemerintah dan swasta, sekolah, hotel-hotel, lembaga serta dunia usaha.

“Mari kita sukseskan HKB tahun 2019, siap untuk selamat, kita jaga alam dan alam jaga kita, mari wujudkan budaya sadar bencana.” ajak Rentin
(GR, rtn)

Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya