Daftar Pasang Baru Indihome

Tren Pilihan Presiden-Wakil Presiden Seminggu Menjelang Hari-H, Prabowo- Sandi Maksimal 44,3%


REDAKSIBALI.COM -Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengeluarkan update temuan survei nasional Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Survei nasional yang dilakukan pada 5-8 April 2019 bertajuk ‘Seminggu Menjelang Hari-H'. Surey ini memberi gambaran bagaimana tren dukungan terhadap calon-calon presiden dan wakil presiden, faktor-faktor apa saja yang terkait dengan dukungan tersebut dan calon mana yang paling mungkin menang. 

Populasi survei yang dilakukan SRMC ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random ( stratified multistage random sampling ) 2. 568 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 2285 atau 89%. Sebanyak 2285 responden ini yang dianalisis. Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut sebesar ± 2,1% pada tingkat kepercayaan 95% (dengan asumsi simple random sampling).

Margin of error survei bisa lebih besar karena design effect. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Surey juga dilengkapi dengan Quality Control dengan cara tandem, supervis, kontrol proses pengacakan, monitoring surveyor by phone, callback dan bukti foto lapangan

Dari hasil survei ini, peneliti SMRC menyimpulkan:

Bila pemilihan presiden diadakan pada waktu survei (5-8 April 20109), Jokowi-Amin unggul atas Prabowo-Sandi.

Dengan metode pengukuran langsung, dukungan untuk Jokowi-Amin 56.8%, Prabowo-Sandi 37%, dan yang tidak tahu/rahasia 6.3%.

Setelah undecided diprediksi pilihannya, elektabilitas Jokowi-Amin diperkirakan antara 56-60,5%, dan Prabowo-Sandi 39,5 - 44%.

Pengukuran elektablitas secara tidak langsung hasilnya sangat konsisten dengan pengukuran langsung: Jokowi-Amin tetap unggul signifikan atas Prabowo-Sandi.

Dalam pengukuran dengan skala bipolar, elektabilitas Jokowi-Amin 55.7%58.8%, dan Prabowo-Sandi 41.2 - 44.3%.

Dalam pengukuran dengan skala unipolar, elektabilitas Jokowi-Amin 55.858.6%, dan Prabowo-Sandi 41.4% - 44.2%.

Dari empat metode pengukuran elektabilitas, maka Jokowi-Amin pada waktu survei diadakan, paling rendah dapat 54.5% dan paling tinggi dapat 60.5%. Sedangkan Prabowo-Sandi paling tinggi 44.3%.

Dukungan kepada calon presiden tergantung kondisi faktor-faktor lain.

Naik turunnya dukungan terhadap Jokowi sangat terkait dengan kepuasan atas kinerja Jokowi sebagai presiden, selanjutnya kualitas personal Jokowi, keyakinan atas kemampuan Jokowi, sikap percaya terhadap hoax tentang Jokowi, kondisi ekonomi, dan keamanan.

Ketika kepuasan atas kinerja Jokowi sebagai presiden naik, elektabilitas Jokowi ikut naik. Begitupun sebaliknya, ketika kepuasan atas kinerja Jokowi turun elektabiltas Jokowi ikut turun.

Ketika likeability Jokowi naik, elektabiltas Jokowi juga cenderung naik. Begitupun sebaliknya.  Ketika tingkat keyakinan atas kemampuan Jokowi naik, elektabiltas Jokowi juga naik. Begitupun sebaliknya.

Dan ketika proporsi yang percaya terhadap hoax tentang Jokowi naik, elektabiltas Jokowi menurun.

Keadaan ekonomi penting menaikkan atau menjaga jokowi unggul atas prabowo. Urutannya: ekonomi lalu keamanan.  Yang mengancam jokowi hoax, tapi trend hoax sulit naik maka sulit juga menjatuhkan jokowi.



Perubahan dukungan dari pemilih masih mungkin terjadi. Namun dari berbagai indikator yang ada dan melihat trennya, sangat besar peluang Jokowi-Amin menang dalam pilpres mendatang.(rs, GR)
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya