Daftar Pasang Baru Indihome

Yakin Bali Aman, Direktur TETOS Akan Ajak Lebih Banyak Lagi Turis Taipei Datang ke Bali



REDAKSIBALI.COM - Kalaksa BPBD Provinsi Bali, Made Rentin didampingi Plt. Kepala UPTD pengendalian Bencana Daerah, Agus Tangkas menerima rombongan General Taipei Economic and Trade Office Surabaya (TETOS), hari Senin (29/4).

TETOS merupakan Kantor Perwakilan Pemerintah Taiwan yang kedua di Indonesia dan yang pertama ada di Jakarta. TETOS melakukan kujungan ke BPBD Provinsi Bali, dengan tujuan sharing informasi bidang penanggulangan kebencanaan dan diharapkan terjalin kerjasama yang baik, saling membantu.

Dalam dialog tersebut, Kalaksa menjelaskan layanan kegawat daruratan yang dilakukan, tidak hanya untuk warga Bali saja, tapi juga kepada WNA. Dicontohkan bahwa selama tahun 2018 terdapat 16 WNA yang dilayani dan ada warga Taipei, serta layanan itu gratis.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa posko induk BPBD Provinsi Bali, tidak pernah off bahkan saat Nyepi pun tetap beroperasi untuk memberikan pelayanan.

Mendengar paparan singkat Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, Director TETOS, Mr. Benson Lin bersama tiga rekannya, sangat yakin bahwa Bali aman dan nyaman untuk dikunjungi, oleh karena itu pihaknya akan mendorong dan mengajak lebih banyak lagi warganya (Turis Taipei) untuk datang berkunjung ke Bali

Setelah dialog rombongan melakukan kunjungan langsung ke Crisis Center (Pusdalops) untuk melihat secara langsung operasional manajemen penanggulangan bencana di Bali.

Sebelum meninggalkan Pusdalops, Mr. Benson Lin mengatakan "SANGAT BAGUS" dengan logatnya yang beda sambil mengacungkan kedua jempolnya, diikuti penjelasan sang pemandu bahwa Sang Director memang belajar bahasa indonesia.

Pada akhir pertemuan, rombongan msnyampaikan harapan agar diberi akses dan informasi jika terjadi kejadian bencana di Bali serta menyatakan kesediaan untuk ikut membantu dalam penanganan bencana.
(rtn),GR).
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya