Daftar Pasang Baru Indihome

Terkait Wacana People Power, Begini Seruan Mahasiswa Bali

Gerakan Mahasiswa Bali Peduli Demokrasi saat memberikan keterangan pada awak media hari Kamis (23/5) di Kubu Kopi Denpasar
REDAKSIBALI.COM - Gerakan Mahasiswa Bali Peduli Demokrasi yang terdiri dari organisasi kemahasiswaan seperti PMKRI cabang Denpasar, HMI Cabang Denpasar, GMKI Cabang Denpasar, KMHDI Denpasar, KMHDI Badung, IMM Cabang Denpasar, Narmada Bali, dan DPC Permahi Bali menyoroti perkembangan demokrasi saat ini. Menurut mereka Demokrasi kini telah bergeser akibat kerakusan para elit demi kekuasaan dan gerakan inskonstitusional yang masif mengadu domba rakyat atas pengklaiman sebagai perjuangan demokrasi.

Menurut siaran pers yang diterima redaksibali.com, hari Kamis (23/5) Gerakan Mahasiswa Bali Peduli Demokrasi beranggapan gerakan inskontitusional menguak kuat dengan berbagai peristiwa. Adanya indikasi kuat diawali dengan mendelegitamasi hasil Pemilihan Umum yang diputuskan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), hingga wacana People Power yang digaungkan lagi oleh para elit. Namun rupanya wacana ini terus didengungkan hingga memantik rakyat untuk turun kejalan.

Gerakan Mahasiswa Bali Peduli Demokrasi juga beranggapan ada oknum yang memainkan wacana untuk tidak mengakuí lembaga Mahkamah Konstitusí (MK) sebagai lembaga independen untuk menyelesaikan sengketa perselihan Pemilu. Padahal Mahkamah Konstitusi (MK) adalah salah satu lembaga yang berwenang menyelesaikan sengketa hasil Pemilihan Umum 2019.

Menyikapi perkembangan yang terjadi, Gerakan Mahasiswa Bali Peduli Demokrasi melalui Ketua HMI Cabang Denpasar Rizky Maulana Akhbar, Ketua PMKRI Cabang Denpasar Robertus-Biky Amando , Kêtua lMM Cabang Denpasar Irfan Madlana Syah Rozat, Ketua GAMKI Cabang Denpasar Ahprayitno mbu M, Ketua PC KMHDI Badung I Kadek Suwawa Kiki, Ketua PC KMHDI Denpasar Luh putu Asrini Devy, Ketua Permahi Bali I Made Nistra, dan Ketua Narmada Bali I Wayán Darmayasa menyerukan 9 poin kepada berbagai pihak.

Berikut ini 9 poin yang diserukan Gerakan Mahasiswa Bali Peduli Demokrasi.


Pertama, Mendesak elit politik hentikan aksi provokatif yang menyebabkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Kedua, Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak atas narasi provokasi oleh oknum yang ingin memecah belah persatuan Indonesia.

Ketiga, Mendorong para pihak yang merasa dirugikan pasca Pemilihan Umum Serentak 2019 untuk menempuh mekanisme hukum yang berlaku.

Keempat, Mengawal dan menghormati serta menerima proses dan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi dalam sengketa Pemilihan Umum

Kelima, Mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan upaya preventif dan mengambil tindakan tegas dalam hal menegakkan keadilan.

Keenam, Melakukan rekonsiliasi pasca penetapan hasil Pemilihan Umum berdasarkan hasil putusan Mahkamah Konstitusi.

Ketujuh, Mengajak seluruh masyarakat Bali agar tetap menjaga persatuan dan tidak terprovokasi dengan situasi yang sedang terjadi.

Kedelapan, Mendesak Pemerintah memberikan dana santunan dan memastikan dana santunan tersebut diterima langsung oleh pihak keluarga korban yang telah gugur dalam Pemilihan Umum 2019.

Kesembilan, Menyatakan belasungkawa terhadap Pahlawan Demokrasi yang telah gugur pada Pemilihan Umum 201
9. (GR)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya