Daftar Pasang Baru Indihome

Badung Rancang Penyandang Disabilitas Dapat Santunan

I Gede Suweca guru SLB 1 Badung, dan I Putu Hendra Kresna, S.Kom Pengurus Gerkatin Badung beserta pengurus Organisasi Penyandang Disabilitas lainnya, serta praktisi dan pengamat terkait isu penyandang disabilitas berfotob bersama usai mengikuti FGD Ranperda Perlindungan dan Pemenuhan Hak penyandang Disabilitas Kabupaten Badung hari Senin-Selasa (3-4 Juni) di Gedung Annika Linden Centre, Denpasar.
REDAKSIBALI.COM - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait Penyandang Difabel merupakan satu kebutuhan sangat penting untuk memastikan pemenuhan  hak para penyandang difabel di Kabupaten Badung. Dalam beberapa penyerapan aspirasi terkait isi Perda ini, ada keinginan agar Penyandang Difabel (Disabilitas)  bisa memperoleh santunan dari Pemkab. Kedua, Penyandang Difabel juga berharap bila memungkinkan ada model sekolah rumah bagi mereka, mengingat keberadaan SLB masih terbatas dan belum bisa dijangkau oleh semua difabel karena jarak yang cukup jauh. 

Hal itu disampaikan Dr. I Gede Agus Wibawa,A.P, M.Si, Anggota Tim Penyusun Naskah akademik Ranperda Perlindungan dan Pemenuhan Hak penyandang Disabilitas Kabupaten Badung kepada redaksibali.com via telepon hari Sabtu (15/6).


Terkait tahap perkembangan penyusunan Ranperda, lebih lanjut Agus Wibawa yang juga Dosen FISIP Universitas Warmadewa mengungkapkan sampai saat ini sudah sampai pada  tahap singkronisasi regulasi dengan Pihak Kemenkumham Wilayah Bali.

“Diharapkan awal juli 2019 dokumen Naskah Akademik dan Ranperdanya bisa diserahkan ke eksekutif atau dibahas bersama eksekutif, sehingga sebelum bulan Agustus 2019 memungkinkan untuk disahkan” kata Agus Wibawa



Dr. I Gede Agus Wibawa,A.P, M.Si

Dihubungi secara terpisah I Gede Suweca, yang sehari hari mengajar anak penyandang disabilitas rungu di SLB Negeri 1 Badung berharap dengan disahkan Perda ini nanti para penyandang difabel mendapat perhatian dan perlakuan yang sama dengan masyrakat luas.

“Dan fasilitas-fasilitas umum semua disiapkan aksebilitas yang memadai. Dan para penyandang difabel juga memperoleh ruang yang luas untuk berkativitas dan berkreativitas khususnya seni” kata Gede Suweca yang mengajar seni karawitan untk anak-anak tunagrahita dan juga aktif membentuk komunitas angklung untuk anak-anak tuna rungu.

I Putu Hendra Kresna, S.Kom pengurus Gerkatin Badung, yang juga Penyandang Disabilitas (Tuli) mengaku  sangat senang atas dibuatnya Peraturan Daerah Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Kabupaten Badung ini.

“Harapan saya mudah-mudahan pemerintah Bali khususnya Pemkab Badung. Melalui Bupati Badung memperhatikan kami, agar hak kami sama dengan orang yang mendengar, juga teman-teman saya agar bisa sekolah seperti saya sampai ke perguruan tinggi dan mempunyai gelar S1," kata Putu Hendra.
(GR)

Baca Juga:
http://www.redaksibali.com/2019/06/beri-masukan-isi-raperda-disabilitas.html

http://www.redaksibali.com/2019/06/organisasi-penyandang-disabilita.html
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya