Daftar Pasang Baru Indihome

Beri Masukan Isi Ranperda Disabilitas Kabupaten Badung, PUSPADI Bali Adakan FGD

Suasana FGD Rancangan Peraturan Daerah tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Kabupaten Badung yang diselenggarakan PUSPADI Bali dengan melibatkan Penyandang Disabilitas dan Organisasi Penyandang Disabilitas yang ada di Kabupaten Badung, hari Senin-Selasa (3-4 Juni) di Gedung Annika Linden Centre, Denpasar.
REDAKSIBALI.COM - Dengan keterlibatan Penyandang Disabilitas dan Organisasi Penyandang Disabilitas secara langsung dalam Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Kabupaten Badung akan meningkatkan kapasitas mereka dalam mengawal sampai disahkannya Perda ini.

Demikian pula saat implementasi Perda nanti, dengan demikian penyandang disabilitas bisa terlibat langsung dalam pembangunan di Kabupaten Badung khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Pernyataan itu diampaikan Direktur PUSPADI Bali, I Nengah Latra, SH kepada redaksibali.com disela acara Focus Group Discussion Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Kabupaten Badung hari Selasa (4/6) di Gedung Annika Linden Centre, Denpasar.

“PUSPADI menyelenggarakan Focus Group Discussion Rancangan Peraturan Daerah tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Kabupaten Badung. Kegiatan ini dihadiri oleh aktivis perwakilan penyandang disabilitas dan organisasi penyandang disabilitas, akademisi, termasuk juga elemen dari pemerintah daerah Kabupaten Badung” kata Nengah Latra lebih lanjut

Menutrut Nengah Latra, kegiatan ini menjadi tempat atau wadah bagi penyandang disabilitas dan organisasi penyandang disabilitas untuk menyampaikan aspirasi yang nantinya akan tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah.


Direktur PUSPADI Bali, I Nengah Latra, SH  (paling kanan)
"PUSPADI Bali selalu menjadi inisiator dan organisasi terdepan dalam memperjuangkan hak penyandang disabilitas dan mewujudkan masyarakat yang inklusi di Indonesia, khususnya di Bali" kata Nengah Latra

Nengah Latra menjelaskan PUSPADI Bali merupakan yayasan yang mimiliki visi untuk mewujudkan kesejahteraan bagi penyandang disabilitas melalui rehabilitasi, pendidikan, pemberdayaan dan advokasi. Dengan visinya mewujudkan kesejahteraan bagi penyandang disabilitas, PUSPADI Bali bergerak di bidang pelayanan kepada masyarakat khususnya kepada penyandang disabilitas, dengan mengembangkan nilai-nilai dasar yang dikenal dengan istilah SAKTI (Saling Percaya; Asah, Asih, Asuh; Kerjasama; Transparansi; Integritas) 


"Puspadi Bali telah melayani lebih dari 5.850 penyandang disabilitas dari seluruh Bali dan juga menjangkau Nusa Tenggara Barat dan NTT denga jumlah karyawan 65 % adalah Penyandang disabilitas" ucap Nengah Latra penuh semangat.

Sementara itu Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Badung, A A Istri Agung Swandewi, SE, M.Si. dihubungi secara terpisah, kepada redaksibali.com mengatakan sangat setuju dan berharap Ranperda ini bisa terwujud sampai menjadi Perda,

Agung Swandewi menjelaskan Perda ini nanti akan menjadi dasar atau payung hukum terkait dengan program perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. A A Istri Agung Swandewi jugaberharapkan implementasi Perda itu sendiri nanti memang benar-benar dirasakan oleh penyandang disabilitas dalam memperoleh hak-hak dasar mereka.


“Perda itu juga diharapkan menjadi jaminan pelindungan terhadap mereka dalam segala sektor baik itu aksesibilitas, ketenaga kerjaan dan pengakuan yang sama dengann yang nondisabilitas” kata A A Istri Agung Swandewi

Agung Swandewi juga menjelaskan, banyak program kegiatan yang telah Badung berikan kepada penyandang disabilitas seperti pembinaan, alat bantu, pemberdayaan seperti ketrampilan atau kursus-kursus. 
 Dinas Sosial Kabupaten Badung juga merayakan peringatan Hari Disabilitas Indonesia setiap tahunnya.

Penyusunan Ranperda tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Kabupaten Badung merupakan inisiatif Dewan, dimana Drs. I Made Retha, SH, MAP sebagai Ketua Pansus Perda ini.(GR)

Baca juga
http://www.redaksibali.com/2019/06/organisasi-penyandang-disabilita.html


Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya