Daftar Pasang Baru Indihome

Dinsos Bali Dukung Penyandang Disabilitas Netra Buka Lapak Pijat di PKB 2019

dar kiri ke kanan:  Ketut Masir, Nyoman Bawa (Pengurus DPD Pertuni Bali), Ni Putu Sri Weni Antari (Pendamping Penyandang Disabilitas dari Kemensos - tengah), Made Suka Wijaya dan Gede Winaya (Pengurus DPD Pertuni Bali) dalam kegiatan persiapan pembuatan  stand massage di lokasi PKB Taman Budaya Denpasar, hari Selasa (11/6)
REDAKSIBALI. COM Pesta Kesenian Bali (PKB) ke 41 yang bertemakan Bayu Pramana yang berarti memuliakan sumber daya angin rencananya akan dibuka Presiden Jokowi tanggal 15 Juni 2019 nanti. Selain menyajikan seni tradisi yang mulai memudar, PKB kali ini diharapkan ramah lingkungan dan pro kepada industri kecil dan menengah.


“Bukan hanya organisasi perangkat daerah yang membidangi masalah kebudayaan saja yang terlibat, semua terlibat, termasuk Dinas Sosial Provinsi Bali. Dinas Sosial Povinsi Bali bersinergi dengan Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Daerah Bali sebagai induk organisasi penyandang tuna netra serta Organisasi Penyandang Disabilitas lainnya membuka stand khusus di PKB” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Mahendra Putra, SH, MH via telpon.

Meskipun baru kali ini dilibatkan dari 41 kali penyelenggaran Pesta Kesenian Bali, Penyandang Disabilitas di Bali masih tetap merasa sangat bersyukur.


“Kami mengucapkan terimakasih kepada Dinas Sosial Provinsi Bali dan UPT Taman Budaya karena sudah memberi peran kepada Penyandang Disabilitas khususnya netra ikut ambil bagian dalam PKB tahun 2019 ini. Penyandang Disabilitas yang difasilitasi Dinas Sosial Provinsi Bali dalam PKB ke-41 diberi kesempatan membuka stand massage (lapak pijat) dan memamerkan hasil kerajinan mereka,” kata Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia Daerah Bali (DPD Pertuni Bali ) I Gede Winaya saat ditemui redaksibali.com di lokasi PKB, Taman Budaya Denpasar, hari Selasa (11/6)

Gede Winaya didampingin Pengurus DPD Pertuni Bali lainnya Ketut Masir, Nyoman Bawa dan Made Suka Wijaya menjelaskan dalam PKB 2019 Penyandang Disabilitas netra diberi kesempatan membuka stand massage di Gedung Putri dekat stand kuliner di sebelah Utara Gedung Ksirarnawa.

“Kami siapkan 90 tenaga Penyandang Disabilitas netra yang memiliki keahlian memijat dari seluruh kabupaten kota di Bali untuk melayani pengunjung yang membutuhkan jasa pijat. Karena tersedia 3 dipan pijat, setiap hari kami siapkan 3 orang tenaga tukang pijat, 2 laki-laki dan 1 perempuan. Kehadiran mereka akan diatur oleh DPC Pertuni kabupaten kota se-Bali” kata Gede Winaya

“Kami buka setiap hari dari pukul 10 pagi sampai 10 malam selama PKB berlangsung dari tanggal 15 Juni sampai 13 Juli nanti” lanjut Gede Winanya penuh semangat.

Terkait jenis jasa pijat yang akan diberikan Gede Winaya menjelaskan akan disediakan 3 jenis menu pijat. Yakni Pijat seluruh tubuh lamanya 1 jam tarifnya 80 ribu, pijat bahu kepala dan tangan lamanya 30 menit dengan tarif 40 ribu dan pijat refleksi lamanya 30 menit ditarif 40 ribu.

Kepala Bidang Penanganan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali Ida Ayu Ketut Anggraeni, S.Sos , MSi menyatakan, terkait keterlibatan Penyandang Disabilitas dalam PKB, Dinas Sosial Provinsi Bali menyediakan peralatan pijat seperti dipan, korden, kipas, minyak, dan lainya. Selain itu Dinas Sosial Proinsi Bali juga menyiapkan tempat untuk pameran hasil karya penyandang disabilitas lainnya seperti kerajinan, lukisan dan lain sebagainya(GR)


Baca juga: 
http://www.redaksibali.com/2019/06/selain-seni-tradisi-pkb-juga-dirancang.html

Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya