Daftar Pasang Baru Indihome

Dua Sosok Penting di Badan Penangulangan Bencana Pilih Tukad Bindu jadi Tempat Temu Kangen

(Kiri ke kanan) Dewa Made Indra, Syamsul Maarif, Made Rentin dan staff BPBD Kota Denpasar saat bertemu di Tukad Bindu hari Rabu (5/6)
REDAKSIBALI.COM - Tukad Bindu, tempat yang bagus dan menginspirasi. Tukad Bindu adalah satu sudut eksotik nan menawan diantara sekian banyak tukad (sungai) di Kota Denpasar yang sudah berubah total dari yang awalnya kumuh, menjadi tempat menarik yang banyak dikunjungi masyarakat, bahkan sudah menjadi obyek wisata air pavorit di Kota Denpasar.

Sore ini (5/6) Tukad Bindu dipilih sebagai tempat bertemu oleh dua sosok penting dalam membangun kuatnya pondasi Badan Penanggulangan Bencana di level Nasional dan Daerah. Prof. Syamsul Maarif akan bertemu dengan Dewa Made Indra.

Mayor Jenderal TNI (purn.) Prof. Dr. Syamsul Maarif, M.H, pria kelahir di Kediri, Jawa Timur, 27 September 1950 lalu adalah mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana pertama (2008-2015).

Syamsul Maarif merupakan seorang purnawirawan Tentara Nasional Indonesia alumni Akademi Militer lulus tahun 1973. Jabatan terakhirnya sebagai Perwira Tinggi adalah sebagai Aster Kasum TNI dengan pangkat Mayor Jenderal. Selain pendidikan militer, 
Syamsul Maarif  juga mempelajari Ilmu sosial Politik  di Universitas Airlangga dan pendidikan terakhirnya adalah Doktor Sosiologi Militer yang diambil di Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

Sedangkan Dewa Made Indra adalah Sekretaris Daerah Bali sekaligus exofficio Kepala Badan (BPBD Bali)

“Saat ini beliau (Prof. Dr. Syamsul Maarif, M.H., red) berlibur di Bali, dan disaat berada di Pulau Dewata dimanfaatkannya bertemu dengan para kolega dan sahabat tangguh di pulau dewata” kata Kepala Pelaksana Tugas BPBD Bali Made Rentin

Lebih lanjut Rentin menjelaskan, tidak ada yang khusus dalam rencana pertemuan dua sahabat karib ini, hanya tetap menjaga hubungan baik serta bernostalgia mengingat masa tugas dulu.

Rentin menjelaskan, sebagai sosok penting dalam membangun kuatnya pondasi BNPB / BPBD, Prof. Syamsul dikenal sangat mumpuni dalam membangun jejaring dan relasi, beliau juga mengkampanyekan pentingnya sinergitas, seperti makna logo segitiga biru yang disematkan pada BNPB/ BPBD yaitu Pemerintah, Masyarakat, dan Dunia Usaha, yang saat ini oleh Letjen Doni Monardo (Kepala BNPB) dikembangkan menjadi Penta Helix dengan ditambahkan 2 (dua) unsur penting yaitu Akademisi (para pakar) dan unsur Media.
 (rtn, GR)


Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya