Daftar Pasang Baru Indihome

Kunjungi PUSPADI Bali, Kadinsos Bali Amati Lebih Dalam Aktivitas Terkait Penyandang Disabilitas

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, SH, MH (kedua dari kiri) dan Kabid Penanganan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali Ida Ayu Ketut Anggraeni, S.Sos , MSi (ketiga dari kiri) mendapat penjelasan terkait proses pembuatan kaki palsu dari Direktur PUSPADI Bali Nengah Latra, SH (paling kanan) dan Kepala Program PUSPADI Bali I Made Gunung di Kantor PUSPADI Bali, Gedung Annika Linden Centre, jalan Bakung, Kesiman Kertalangu hari Jumat (7/6)
REDAKSIBALI.COM - Meskipun sebagian besar Aparatur Sipil Negara masih dalam suasana menikmati libur Lebaran, Dinas Sosial Provinsi Bali tetap memberikan pelayan kepada masyarakat. Hari Jumat (7/6) Kepala Dinas Sosial  (Kadinsos) Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra, SH, MH beserta staff meluangkan waktu seharian penuh berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas. 

Redaksibali.com mencatat ada dua kegiatan utama yang dilakukan Dinas Sosial Provinsi Bali yakni, mengunjungi PUSPADI Bali, lembaga yang selama ini sangat peduli dengan Penyandang Disabilitas. Dan melakukan kunjungan lapangan bertemu langsung beberapa Penyandang Disabilitas di wilayah kecamatan Payangan, Gianyar bersama PUSPADI Bali.

Dalam kunjungannnya ke PUSPADI Bali yang berlokasi di Gedung Annika Linden Centre, jalan Bakung, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Dewa Mahendra disambut oleh seluruh staff PUSPADI Bali yang 65% merupakan Penyandang Disabilitas. Disini Dewa Mahendra mendapat penjelasan tentang sejarah berdirinya PUSPADI Bali beserta program-program unggulannya. Dewa Mahendra juga diajak berkeliling meninjau langsung aktivitas yang dilakukan PUSPADI Bali beserta aktivitas lembaga lain yang berkantor di Gedung Annika Linden Centre, seperti Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) dan DNetwork.

Terkait kunjungannnya ke PUSPADI Bali, Dewa Mahendra mengatakan “Kunjungan ini sangat berarti, khususnya terkait penanganan masalah-masalah sosial kedepan. Gerakan yang dilakukan PUSPADI sudah sanagt bagus, terintegrasi. Ada inspirasi baru dari PUSPADI. Yang menarik PUSPADI Bali sudah memiliki petugas lapangan, memiliki jangkauan tidak saja di Bali namun juga sampai Nusa Tenggara Timur bahkan samapai ke Banyuwangi, Jawa Timur,” 
 kata mantan Karo Humas ini.

Dewa Mahendra juga menyampaikan agar keluarga penyandang disabilitas perlu lebih terbuka sehingga Penyandang Disabilitas bisa didata. Dewa Mahendra berharap penyelenggara pemerintah di tingkat desa perlu terus melakukan pendataan dan penguatan terhadap Penyandang Disabilitas.

“Kita semua perlu meningkatkan pemahaman bahwa Penyandang Disabilitas bukan berarti tidak memiliki kemampuan. Penyandang Disabilitas itu memilkiki kemampuan, namun kemampuan yang dimiliki berbeda dengan orang kebanyakan,” kata Dewa Mahendra

Dewa Mahendra juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Bali khususnya Dinas Sosial merasa sangat terbantu dengan adanya PUSPADI Bali. “Kami tentu akan terus menjalin kerjasama dan komunikasi, dengan demikian kita bisa saling berbagi informasi, bekerjasama membahas apa yang perlu difasilitasi, soal ketenagakerjaan Penyandang Disabilitas, fasilitas akses dan lain sebagainya".

Kadinsos Provinsi Bali mengamati tahapan pembuatan kaki palsu di PUSPADI Bali, hari Jumat (7/6)
“Kami mengundang Kepala Dinas Sosial Povinsi Bali mangunjungi PUSPADI Bali untuk mengenal program-program PUSPADI Bali dalam pemberdayaan Penyandang Disabilitas. Program PUSPADI diantarany rehabilitasi dan penjangkuan, Klinik Pembuatan kaki palsu dan orthosis, Penyediaan Kursi roda adaptif, pemberdayaan dan advokadi. Setiap penyandang disabilitas membutuhkan alat bantu yang berbeda,” kata direktur PUSPADI Bali Nengah Latra, SH. 

Nengah Latra menjelaskan untuk mensinergikan pelayanan terhadap.Pemyandang Disabilitas yang lebih holistik dan terintegrasi, PUSPADI Bali selalu berupaya menjalin kemitraan dengan semua pemangku kepentingan terutam pengambil kebijakan, termasuk didalamnya Pemvrop Bali dalam hal ini Dinas Sosial Bali.

Nengah Latra sangat mengapresiasi kehadiran Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali beserta jajarannya ke PUSPADI Bali. Menurut Nengah Latra, dengan kehadiran Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali ke PUSPADI, ini artinya pemerintah telah mengimplementasikan Perda No 9 tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang mengamanatkan pemerintah harus hadir dalam.pemenuhan hak-hak Penyandang Disabilitas.

"Kami berharap agar program-program PUSPADI Bali dengan  Pemda Bali kedepan lebih terintegrasi. Sehingga Penyandang Disabilitas bisa menjadi subyek pembangunan bukan obyek semata. Dengan demikian Bali era baru dalam perspektif penanganan Penyandang Disabilitas dapat diwujudkan,” pungkas Nengah Latra

Dalam Kunjungan ke PUSPADI Bali, turut hadir Kabid Penanganan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali Ida Ayu Ketut Anggraeni, S.Sos , MSi, dan staff Desi Ariani serta Pendamping Penyandang Disabilitas dari Kemensos Ni Putu Sri Weni Antari
(GR)

Baca juga
http://www.redaksibali.com/2019/06/serahkan-bantuan-kursi-roda-di-desa.html

http://www.redaksibali.com/2019/06/peringati-hlun-ke-23-dinsos-provinsi.html

http://www.redaksibali.com/2019/06/alami-kelumpuhan-dinsos-bali-bantu-i.html

Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya