Daftar Pasang Baru Indihome

Organisasi Penyandang Disabilitas Kabupaten Badung Harapkan Bantuan Sekretariat dan Dana Operasional Rutin dari Pemda

Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Kabupaten Badung di Gedung Annika Linden Centre, Denpasar tanggal 3-4 Juni 2019 yang dihadiri Ketua DPC Gerkatin Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Agung Dhiranatta, S. Kom dan Ketua Pertuni Kabupaten Badung Anak Agung Mayun Juliawan beserta OPD lainnya, Penyandang Disabilitas  dan pemerhati disabilitas di Bali

REDAKSIBALI.COM - Ketua DPC Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Agung Dhiranatta, S. Kom menyatakan, berdasarkan World Federation of The Deaf (WFD), terdapat 70 juta orang tuli di seluruh dunia tetapi hanya 2% orang tuli bisa mengakses pendidikan melalui bahasa isyarat, dan hanya 20% anak-anak Tuli di negara berkembang, mendapatkan akses pendidikan. Hanya 1% anak-anak Tuli bersekolah di SD reguler.

Hal itu disampaikan I Gusti Ngurah Agung Dhiranatta, S. Kom usai mengikuti acara Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Kabupaten Badung di Gedung Annika Linden Centre, Denpasar.

Menurut I Gusti Ngurah Agung Dhiranatta, mengutip pendapat Collin Allen, Presiden WFD, 2017 Tuli menjadi disabilitas karena sikap masyarakat yang awam. Selain itu diskriminasi secara linguistik menciptakan disabilitas. Masalah kesenjangan yang dialami oleh kelompok disabilitas lebih dari sekadar pekerjaan.

I Gusti Ngurah Agung Dhiranatta yang sehari hari dipanggil Turah Dhira berharap ada kurikulum khusus pelajar Tuli dari TK sampai SMA setara dengan TK-SD umum bisa diakomodir dalam Perda Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Kabupaten Badung yang sedang dibahas.Selain itu Ngurah Dhira juga berharap Perda bisa mengakomodir adanya homeschooling deaf.

“Ada Rancang bangung homeschooling deaf untuk Tuli di seluruh kecamatan di Badung, selain itu perlu ada solusi terkait juru bahasa isyarat yang jumlahnya terbatas” kata Turah Dhira.

Turah Dhira juga menjelaskan Orangisasi Penyadang Disabilitas (OPD) Gerkatin Badung setiap hari Minggu mengadakan acara rapat yang dihadiri 25 orang anggota untuk membahas upaya memajukan komunitas Tuli. Ngurah Dhira berharap Pemerintah Kabupaten Badung bisa membantu meningkatkan kesejahteraan anggota mereka dan membantu mendata anggota komunitas Tuli yang berusia 3-50 tahun

Senada denganTurah Dhira, Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Badung Anak Agung Mayun Juliawan juga berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Badung betul-betul dapat menerima aspirasi Penyandang Disabilitas seperti yang telah disampaikan dalam FGD yang diselenggarakan PUSPADI Bali.

Agung Mayun Juliawan berharap Perda yang dihasilkan nanti benar-benar berpihak pada Penyandang Diasbilitas baik terkait pendidikan, ketenagakerjaan, kesempatan berwirausaha dan lain sebagainya, yang intinya bisa memenuhi hak Penyandang Disabilitas yang selama ini terabaikan. Agung Mayun Juliawan juga berharap Pemerintah Kabupaten Badung bisa memberikan bantuan kepada Organisasi Penyandang Disabilitas, baik berupa sekretariat beserta perlengkapannya dan dana operaional rutin.

"Selama ini kami selalu kesulitan mencari dana operaional organisasi. Kami butuh bantuan Pemda. Kami berharap Pemda Badung bisa memberikan alokasi dana khusus kepada Organisasi Penyandang Disabilitas yang ada di Kabupaten Badung" pungkas Agung Mayun Juliawan (
GR)


Baca Juga
http://www.redaksibali.com/2019/06/beri-masukan-isi-raperda-disabilitas.html
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya