Daftar Pasang Baru Indihome

Tinggal Digubug Reod, Kadis Sosial Bali Bantu Dadong Puspa di Buleleng

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra pada hari Kamis (20/6) didampingi Dinas Sosial Kabupaten Buleleng dan Relawan Bali.mengunjungi Dadong Puspa di tempat tinggalnya di Lingkungan Sangket, Sukasada, Buleleng
REDAKSIBALI.COM - Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Sosial Provinsi Bali merespon cepat adanya pemberitaan di media terkait kondisi Dadong (Nenek-red) Nyoman Puspa yang tinggal di sebuah gubug reod dengan atap rumah dari anyaman daun kelapa dengan dinding rumah terbuat dari bekas pembungkus semen dan lantai tanah.


Secara khusus, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra pada hari Kamis (20/6) didampingi Dinas Sosial Kabupaten Buleleng dan Relawan Bali mengunjungi Dadong Puspa di tempat tinggalnya di Lingkungan Sangket, Sukasada, Buleleng.

Pada kesempatan itu, diketahui jika kondisi perekonomian Dadong Puspa kurang mampu dan tinggal bersama sang adik. Beruntung Dadong yang kini nerusia 69 tahun itu mendapat bantuan pemerintah berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Sejahtera (Rastra) dan jaminan kesehatan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Memang benar keluarga kurang mampu, sekarang dia (Dadong Puspa-red) tinggal dengan adiknya, dia masuk di KK adiknya. Tinggal di dapur tapi ada tempat tidurnya, memang tidak layak tidur disana dengan umur yang sudah tua," ujar Dewa Mahendra.

Dewa Mahendra menambahkan, terkait kondisi tempat tinggalnya yang tidak layak, dalam waktu dekat akan dibantu rehab oleh Relawan Bali.

"Nanti akan dibantu oleh Relawan Bali untuk tempat tinggalnya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dewa Mahendra mengatakan jika kegiatan turun ke lapangan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat kurang mampu.

Pada kesempatan tersebut Dinas Sosial Provinsi Bali menyerahkan bantuan berupa beras 20kg, telur serta sejumlah uang. (GR, DSB)

Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya