Daftar Pasang Baru Indihome

BMKG Beri Penjelasan Soal Potensi Gempa 8,8 SR di Pantai Selatan Jawa

Kepala BMKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan
REDAKSIBALI.COM Merespon keresahan masyarakat pantai Selatan Jawa, akan terjadinya gempa bumi dengan kekuatan 8,8 yang dikuti tsunami setinggi 20 meter di pantai Cilacap, Yogyakarta, sampai Jawa Timur yang dilansir oleh beberapa media online, hari Senin pagi (22/7) Kepala BMKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan memberkan tanggapan.


Menurut M. Taufik Gunawan, Indonesia sebagai wilayah yang aktif gempa bumi memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dan dalam berbagai kekuatan.Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat kapan, dimana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempabumi.

M. Taufik Gunawan menambahkan berdasarkan kajian para ahli bahwa zona megathrust Selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan Magnitudo Maksimum M 8,8. Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu

“Untuk itu kita semua harus melakukan upaya mitigasi struktural dan non struktural dengan membangun bangunan aman gempa, melakukan penataan tata ruang pantai yang aman tsunami serta membangun kapasitas masyarakat terkait cara selamat saat terjadi gempa bumi dan tsunami” katanya

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang beredar. Apabila ingin mengetahui lebih jelas dapat menghubungi kontak center 021-6546316 atau www.bmkg.go.id

Sementara itu Sekretaris Daerah Pemda Bali, Dewa Indra dalam uapaya terus meningkatkan kesadaran bahwa wilayah Bali merupakan bagian dari ring of fire dan semakin meningkatnya trend bencana hidrologis menjalin kerjasama dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Bali.

Melalui surat tertanggal 15 juli 2019, Dewa Indra menghimbau setiap Perguruan Tinggi (Negeri/Swasta) di Bali untuk meningkatkan peran dan dukungannya untuk mewujudkan pendidikan tangguh bencana kepada mahasiswa dan seluruh elemen satuan pendidikan masing-masing.

Pendidikan tangguh bencana yang dimaksud setidaknya mencakup pengetahuan teknis satuan pendidikan dan kebencanaan kapasitas informas latihan/ simulasi.

Dewa Indra juga berharap penyelenggaraan pendidikan tangguh bencana dapat diintegrasikan pada mata kuliah terkait, melalui ekstrakurikuler atau unit-unit kegiatan mahasiswa, materi KKN. pembekalan penerimaan masiswa baru dan/atau melalui bimbingan teknis-instansi yang kompeten.

Dsiamapaikan pula sejalan dengan penetapan setiap tanggal 26 (setiap bulan) sebagai Hari Simulasi Bencana oleh Gubernur Bali, maka mahasiswa yang sedang KKN agar dapat membantu/ memfasilitasi masyarakat untuk melakukan simulasi bencana di lokasi KKN (Gr, rtn)
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya