Daftar Pasang Baru Indihome

Kelompok Sadar Wisata Dukuh Penaban Karangasem Juarai Kelompok Sadar Wisata

REDAKSIBALI.COM -  Untuk mengembangkan dan mempertahankan sektor pariwisata sebagai sektor andalan, Pemerintah Provinsi Bali melalui  Dinas Pariwisata menggelar lomba Kelompok Sadar Wisata (KSW). KSW merupakan organisasi yang dibentuk di destinasi wisata yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan pariwisata didaerahnya. Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa pada acara Pengumuman Pemenang dan Penyerahan Hadiah Juara Lomba Kelompok Sadar Wisata, bertempat di Ruang Rapat Soka, Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Denpasar, hari Senin (15/7).

Lebih lanjut, Putu Astawa mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan bukan hanya sebagai simbolisasi semata, melainkan untuk menggairahkan serta mengaktifkan tugas dan fungsi KSW dan peran sertanya dalam meningkatkan pembangunan pariwisata Bali. KSW ini dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan pariwisata.

Terkait teknis pelaksanaan lomba Astawa menyatakan indikator yang harus dipenuhi oleh para peserta adalah aspek administrasi, aspek fisik, aspek sumber daya manusia dan aspek kegiatan. Untuk melakukan penilaian, Dinas Pariwisata Provinsi Bali mendatangkan tim penilai yag berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kanit II Dit Pam Obvit Polda Bali dan STP Nusa Dua Bali . “Penilaian yang sudah dilakukan dari Bulan April 2019 ini, diharapkan siapapun nanti yang menjadi pemenangnya, dapat mengetok tularkan kepada Desa lainnya,”pungkasnya.

Kelompok Sadar Wisata Dukuh Penaban Kabupaten Karangasem dinyatakan mendapatkan Juara I dengan nilai 86,80; Juara II diraih oleh Kelompok Sadar Wisata Twin Hill Kabupaten Bangli dengan nilai 82,85; dan Kelompok Sadar Wisata Desa Paksebali Kabupaten Klungkung dengan nilai 81,60. Masing-masing juara berhak mendapatkan Piagam dan uang pembinaan. *hpb
Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya