Daftar Pasang Baru Indihome

Membedah Kemunculan Politik Identitas, Unwar Hadirkan Pakar dari Jerman

REDAKSIBALI.COM - Universitas Warmadewa (Unwar) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menggandeng tiga institusi besar yaitu Institut for Peace and Democracy Indonesia, Vern University dan Zagreb University untuk menggelar Kuliah Umum dan Panel Diskusi terkait Ilmu Politik di Auditorium Widya Sabha Warmadewa, hari Senin (1/7). Kuliah Umum dan Panel Diskusi menghadirkan pembicara utama Prof. em. Dr. Thomas Meyer, Ilmuwan Politik dari Jerman dan I Ketut Putra Erawan, M.A.,Ph.D, Direktur Eksekutif Institut for Peace and Democracy Indonesia.

 "Forum ini akan membahas tentang segala sesuatu bidang politik dan demokrasi politik. Dari forum ini kita harapkan dapat ditingkatkan kedalam  bentuk kerjasama institusional, meski singkat kita bisa ambil manfaat untuk fundamen kita menuju go internasional pada tahun 2034," kata Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK, saat memberi sambutan

"Mungkin ada spesifikasinya, ada tipologi-tipologinya yang berbeda. Jadi pengalaman-pengalaman ini kita pelajari bersama-sama, kita ambil manfaatnya, tujuan kita ya mudah-mudahan nanti pada akhir kegiatan ini kita adacsemacam MOU antara 3 pihak ini," sambung Dewa Widjana

Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., memberikan apresiasi kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik Unwar yang sudah menyelenggarakan kuliah umum, sekaligus menyelenggarakan summer school dengan menghadirkan 250 peserta dan sebagian dari luar negeri khususnya dari Kroasia dan German. 

"Ini adalah langkah yang sangat strategis yang pertama memperkenalkan ilmu politik dan administrasi kepada masyarakat bahwa politik dan administrasi adalah bagian dari kehidupan yang tidak bisa kita lepaskan," kata Wisnumurti,

Wisnumurti juga berharap dalam acara ini Unwar bisa memotret ideologi dari kacamata teori dan tentu ini akan sangat penting bagi pembangunan ideologi di Indonesia. Menurut Wisnumurti, upaya-upaya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik untuk  mendukung visi Unwar untuk go global secara bertahap sudah dilakukan. 

"Kedepan kita akan menggandeng pakar- pakar politik dan administrasi Indonesia.  Salah satunya adalah Dr. Ketut Erawan yang kualitas dan kapasitasnya sudah diakui, termasuk juga jaringan internasionalnya yang nanti kita ajak untuk bergabung di Unwar" paparnya

Wisnumrti juga berharap  visi Unwar untuk go global 2034 akan lebih cepat bisa diwujudkan. "Sebentar lagi kami bersama Rektor juga akan melakukan reformasi birokrasi di tingkat kelembagaan di Unwar, sehingga apa yang menjadi visi itu nanti bisa dikerjakan secara optimal oleh seluruh civitas akademika, karena sekarang saatnya kita tidak saja berkutat pada persoalan internal kelembagaan tetapi sudah mulai berpikir orientasi kita  tidak saja regional tetapi nasional dan internasional," tandasnya.

I Ketut Putra Erawan, M.A.,Ph.D., mengatakan Unwar sudah siap sekali untuk go internasional. "Unwar punya network yang sangat kuat ke dalam negeri dan keluar. Menurut saya kalau mau go internasional harus melakukan 3 langkah, pertama harus mengembangkan pemahaman, pengalaman-pengalaman dan belajar apa yang terjadi di luar negeri. untuk itu Unwar harus menyiapkan pakar-pakar baru (generasi muda) yang harus disiapkan untuk menjadi ahli berbagai persoalan global," papar Erawan.
Direktur Eksekutif Institut for Peace and Democracy Indonesia, I Ketut Putra Erawan, M.A.,Ph.D,
"Kemudian yang kedua harus bekerja sama dengan Kementerian luar negeri yang menjadi jembatannya ke keluar. Yang ketiga, Unwar harus mengambil orang-orang terbaik Indonesia untuk membantu Unwar mencapai visi itu" Kata Erawan lebih lanjut 

 "Saya yakin dalam waktu 10 tahun kedepan akan ada perubahan signifikan. Melalui institusi saya yang tugasnya membantu Kementerian Luar Negeri untuk merancang program sehingga Indonesia itu bisa menjadi kekuatan global, saya mulai,  dilakukan di sini," tukasnya.

Mencermati Mahasiswa Unwar yang 70%  dari Indonesia Timur, Erawan memberi penilaian  sangat bagus karena pemerintah membutuhkan orang-orang yang memahami tentang Indonesia timur. " Saya akan mensupport pendirian pusat studi Indonesia timur di Unwar dan teman-teman dari berbagai lembaga di Jakarta, dari Jerman, dari Amerika dan lainnya sudah siap gabung untuk membantu," pungkasnya.

Pada hari yang sama di ruang sidang Sri Ksari Mandapa Unwar juga diadakan diskusi yang menghadirkan  pengamat politik, akademisi, perwakilan Partai Politik  dan media bersama Prof. Thomas Meyer dengan tema Kemunculan Politik Identitas. (GR,rs)

Share on Google Plus

About Ngakan Made Giriyasa

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya