Daftar Pasang Baru Indihome

Milenial Tourism, Peluang dan Tantangan

Narasumber pada  seminar bertajuk 'Milenial Tourism dalam Menghadapi Peluang dan Tantangan', di The Trans Resort Bali, Badung, hari Sabtu (31/8).
REDAKSIBALI.COM - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengajak masyarakat, terutama generasi milenial untuk kembali membangkitkan industri mode bertema seni budaya Bali, sebagai langkah menghadapi tantangan globalisasi yang semakin merongrong budaya lokal.

Hal ini disampaikan Ny Putri Koster saat menjadi narasumber pada acara seminar bertajuk 'Milenial Tourism dalam Menghadapi Peluang dan Tantangan', di The Trans Resort Bali, Badung, hari Sabtu (31/8).

Ny Putri Koster melanjutkan, generasi muda sebagai generasi pembangunan harus peka melihat kondisi Bali saat ini. Banyak tantangan yang harus dihadapi dan dicarikan solusinya, karena jika dibiarkan terus menerus maka akan menghilangkan budaya Bali yang merupakan warisan adiluhung para leluhur. 


"Salah satu cara menghadapi tantangan ini, apabila di lini dunia fashion adalah memunculkan berbagai mode desain yang bertajuk ornamen khas Bali seperti bentuk pepatran (flora), kekarangan (Fauna) dan nuansa seni budaya Bali lainnya," ujarnya.

Wanita yang dikenal seniman multi talenta ini mengatakan bahwa pada era 80an, banyak desainer Bali yang memunculkan desain mode bertajuk seni budaya Bali, bahkan hingga bisa sampai go internasional. 

"Untuk itu mari kita gairahkan lagi dan munculkan desain-desain Bali yang tentunya menyesuaikan juga dengan pembaharuan yang ada sekarang," ajak istri orang nomor satu di Bali tersebut.

Di samping itu, Ny Putri Koster mengharapkan dengan terselenggaranya berbagai event fesyen dan pameran-pameran yang diselengarakan oleh pemerintah ataupun swasta, akan mampu memacu kreasi desainer muda Bali untuk menciptakan berbagai karya desain berkualitas yang berdaya saing nasional maupun internasional. Berbagai karya desain tadi, tentunya tetap mengedepankan kearifan lokal Bali seperti berbahan dasar kain endek. 

"Saya harapkan para desainer muda kita bisa menciptakan desain berbahan dasar endek agar bisa go nasional bahkan internasional," ujarnya.

Untuk itu, ke depan ia berharap dengan seminar ini dapat memberikan masukan dan semangat bagi generasi muda atau kalangan swasta, untuk semakin menggeliatkan kemajuan sentra-sentra produksi busana asal Bali sehingga pasarannya makin meluas hingga keluar, seperti yang sempat booming di era tahun 80-an. 


Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali Gusti Kade Sutawa menyampaikan traveller millennial saat ini sangat aktif menggunakan sosial media. Mereka sangat unik, untuk itu kita perlu menyiapkan diri untuk berpromosi di sosial media. Karenanya sumber daya manusia kita perlu ditingkatkan sehingga lebih peka terhadap perkembangan dunia digital dan lebih memahami dunia kaum milenial.

Gusti Kade Sutawa juga menyatakan saat ini kita berada pada era teknologi 4.0 dan sebentar lagi memasuki era teknologi 5.0. Untuk itu kita perlu menyiapkan skill dan knowlage generasi muda kita mulai dari tingkat SD untuk lebih melek teknologi. Bagaimana nanti mereka bisa mengelola, bukan sebaliknya dikelola teknologi. Bagaimana kaum milenial kita lebih efektif dalam menggunakan gadget mereka.

"Anak-anak milenial kita perlu mengembangkan diri sehingga mampu melihat peluang dan bisa menjangkau buyer millennial sehingga memperoleh keuntungan dari perkembangan pariwisata kita" kata 
Gusti Kade Sutawa

Dipaparkannya pula Bali memiliki brand yang sangat kuat, karena itu tidak pantas dijual murah.  Quality dan sustainable tourism dengan pasar midle up class harus terus diupayakan dan dipertahankan yang ujungnya kesejahteraan masyarakat Bali terus meningkat, alam dan budayanya juga tetap lestari. 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa, Anggota Dewan Pertimbangan Kadin Panudiana Kuhn, Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional Sutrisno Bahar serta Ketua Kadin Bali Made Ariandi SH juga hadir menjadi narasumber dalam acara yang dihadiri oleh 200 orang peserta berasal dari para pelaku bisnis, mahasiswa maupun pelaku usaha terkait. (GR, HPB)

Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya