Daftar Pasang Baru Indihome

SMK PENERBANGAN CAKRA NUSANTARA TERAPKAN TEACHING FACTORY (TEFA) BERBASIS 4.0 DAN SOCIETY 5.0

Taruna Taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara diberi pembekalan oleh TNI Angkatan Udara Lanud I Gusti Ngurah Rai berupa Pendidikan Karakter, Ketangguhan dan Pancasila. dengan tujuan  untuk mendidik pertahanan diri dan juga ketahanan fisik 

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan satuan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah yang bertujuan mempersiapkan peserta didiknya untuk dapat bekerja, baik secara mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya (UU No.20/2003). 

SMK dituntut mampu membekali lulusannya dengan seperangkat kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha/Industri. Pengembangan SMK saat ini mulai bergerak dari orientasi pasar tenaga kerja lokal kepada pasar tenaga kerja internasional, serta mempersiapkan para lulusan dengan pembekalan karakter kewirausahaan (entrepreneurship) dibutuhkan pembelajaran yang berbasis industri dan kewirausahaan melalui Teaching Factory (TEFA).

"SMK Penerbangan Cakra Nusantara telah menerapkan TEFA dari awal tahun pembelajaran. TEFA menekankan pendidikan yang lebih demand oriented, membekali para peserta didik dengan karakter kewirausahaan (technopreneurship) dan melibatkan Dunia Usaha/Industri sebagai mitra utama. Sesuai SK BAN S/M No 762/BANP-SM/LLXII/2018 SMK Penerbangan Cakra Nusantara meraih nilai Akreditasi A (Unggul)." kata Putu Agus Mahendra, S.Pd, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SMK Penerbangan Cakra Nusantara

Lebih Lanjut Agus Mahendra menjelaskan, sebelum melaksanakan studi industri di Lanud Husein Sastranegara Bandung, taruna-taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara dibekali pendidikan berdasarkan konsep TEFA untuk Pembentukan Karakter kemandirian, kedisiplinan dan Mental yang Unggul, Tangguh, Mandiri.

“Pembekalan di berikan langsung oleh TNI Angkatan Udara Lanud I Gusti Ngurah Rai berupa Pendidikan Karakter, Ketangguhan dan Pancasila, Palang Merah Indonesia (PMI) berupa pendidikan pertolongan pertama, Basarnas berupa Pelatihan Search and Resque, serta dari tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali (BNN) berupa Ketahanan Diri dari Narkoba,” sambung  Agus Mahendra

"Dengan mengutamakan praktek, taruna-taruni disiapkan untuk menjadi tenaga kerja unggul tangguh dan mandiri di bidang penerbangan kebandaraan dan kedirgantaraan sesuai dengan kurikulum Nasional 2018 yakni 70 % praktek dan 30 % teori” terang Agus Mahendra yang juga Ketua Panitia MPLS SMK Penerbangan Cakra Nusantara

SMK Penerbangan Cakra Nusantara menyediakan jurusan Airframe Power Plant , Electrical Avionics, Teknik Transmisi Telekomunikasi (Penerbangan) dan Otomatisasi Tata kelola Perkantoran (Bandara). 

Dengan memiliki mitra mitra industri di seluruh bandara dan maskapai yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan segala usaha dan kerja keras bersama, diharapkan semua lulusan Taruna-taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara dari segala jurusan terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri Penerbangan. 

Untuk info lebih lanjut tentang SMK Penerbangan Cakra Nusantara pembaca bisa mengunjungi https://www.smkpenerbangan.sch.id
atau bisa menghubungi telepon  (0361) 4742600 dan 081237098090.**


Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya