Daftar Pasang Baru Indihome

Kunjungi SD Negeri 3 Saba, BAWA Ajak Siswa Berempati pada Anjing

Tim edukasi BAWA saat mengedukasi siswa  SD Negeri 3 Saba, Blahbatuh, Gianyar terkait hewan khususnya anjing  hari Kamis (5/9)
REDAKSIBALI.COM - Dimulai sejak bulan Juli 2017, program edukasi merupakan salah satu program Bali Animal Welfare Association (BAWA) yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati sejak dini kepada siswa terhadap hewan sekitar terutama anjing. Selain itu program ini juga bertujuan untuk menanamkan cara berprilaku yang baik di sekitar anjing sehingga tercipta suasana yang aman dan sehat bagi anjing dan juga manusia. 

Tahun 2019 ini program edukasi BAWA menyasar seluruh SD Negeri di Kebupaten Gianyar. Sebelumnya tahun 2017 BAWA menyasar seluruh SD di Denpasar dengan total murid yang telah diedukasi kurang lebih sebanyak 55.000. Sementara tahun 2018 BAWA menyasar seluruh SD di Denpasar dan Kebupaten Badung dengan total murid yang telah diedukasi kurang lebih sebanyak 110.000 siswa.

Program edukasi BAWA yang bekerjasama dengan organisasi DogsTrust Worldwide di Inggris dijadwalkan ke sekolah-sekolah dari hari Senin sampai Jumat, pada jam sekolah dengan durasi 70 menit. Sejauh ini sudah dilakukan di 77 SD di Kabupaten Gianyar. 


Hal itu disampaikan Cinca Patria Manager Program Edukasi BAWA kepada redaksibali.com via telepon usai mengedukasi siswa kelas 1 sampai kelas 6 SD Negeri 3 Saba, Blahbatuh, Gianyar, hari Kamis (5/9)

Lebih lanjut Cinca Patria menerangkan materi edukasi yang disampaikan seperti menyayangi anjing, cara merawat anjing dengan baik dan benar, alasan mengapa anjing dapat menggigit, cara agar aman di sekitar anjing yang tidak dikenal, penanganan setelah digigit anjing dan cara menghentikan rabies

Assisten Manager Program Edukasi BAWA, Ivan Mahatma menambahkan masyarakat Bali percaya bahwa anjing merupakan hewan yang dapat menjadi pelindung rumah yg sangat baik dan juga sebagai teman, apalagi di Bali memiliki anjing khas Bali yang bernama anjing Bali dan juga anjing Kintamani

"Banyak masyarakat Bali memelihara anjing, namun masalah terjadi ketika mulai menyebarnya penyakit rabies yang juga berdampak kepada manusia. Banyak anjing yang mati atau pun dibunuh sehingga terjadi kecemasan bahwa kedepan anjing Bali dan Kintamani asli akan langka" kata Ivan

"Hal itu akan merugikan Bali karena salah satu ikon Bali akan hilang. Untuk itu kami mengajarkan bahwa merawat anjing itu sangat penting karena dapat menjaga kelestarian anjing tersebut dan juga menurunkan angka kejadian rabies pada anjing maupun manusia. Anjing yang sehat akan membuat manusia juga ikut sehat" sambung Ivan lebih lanjut.

Menurut Ivan anjing sejatinya adalah hewan peliharaan sekaligus sahabat manusia, yang seharusnya dirawat dan dijaga, juga diberi tempat tinggal yang layak.

Saat ini masih banyak anjing di Bali terlantar di pinggir jalan dan mencari makan di tempat sampah. Banyak juga anjing yang berpenyakit kulit berkeliaran sendirian karena ditelantarkan oleh pemilik.


Hal ini terjadi karena banyak masyarakat yang meliarkan anjingnya seolah olah anjing bisa mencari makan sendiri. Padahal hal yang harus dilakukan adalah menyediakan makanan dan minuman setiap hari, merawatnya dan tidak meliarkannya di jalanan.

Gusti Agung Ngurah Diastawa, S.Pd, Kepala Sekolah SD Negeri 3 Saba, Blahbatuh, Gianyar mengatakan pihak sekolah berterima kasih kepada yayasan BAWA. "Kepada para narasumber kami ucapkan terimakasih atas kesedianya memberikan sosialisai tentang rabies, sehingga anak anak kami dapat pengetahuan untuk bekal dalam kehidupan sehari hari." ungkapnya

Lebih lanjut Agung Diastawa menyampaikan dengan datangnya yayasan BAWA memberikan sosialisasi terhadap anak anak SD Negeri 3 Saba akan membuat anak anak merasa takut dan berhati hati terhadap anjing liar di sekitarnya.

"Kami berharap anak-anak ikut juga memberi info kepada yayasan BAWA apabila nanti melihat anjing yang ada ciri ciri rabies sesuai apa mereka dapatkan pada sosialisasi," harap Agung Diastawa (GR
)



Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya