Daftar Pasang Baru Indihome

TA PID Ingatkan Bursa Inovasi Desa Jangan Hanya Jadi Kegiatan Seremonial

Suasana Bursa Inovasi Desa (BID), hari Senin (16/9) di Kantor Camat Denpasar Barat

REDAKSIBALI.COM - Bursa Inovasi Desa (BID) jangan hanya dianggap seremonial yang tidak memberikan dampak apapun. Kita berharap BID ini bisa menjadi pemicu sehingga desa memiliki program inovatif. Berdasarkan evaluasi di tingkat provinsi, hanya 100 desa dari 636 desa di Bali yang mereplikasikan komitmennya. Kalau dihitung secara nominal dalam APBDes 2019 total jumlahnya dana untuk mereplikasi program inovasi ini 16 milyar atau hanya 3% dari total dana desa yang ditransfer ke Bali.


Hal itu disampaikan Adi Permadi Tenaga Ahli Program Inovasi Desa (TA PID) Provinsi Bali kepada redaksibali.com disela acara Bursa Inovasi Desa hari Senin (16/9), di Kantor Camat Denpasar Barat

"Inilah PR (pekerjaan rumah, red) kita sekarang bagaimana hasil bursa tahun ini bisa masuk ke RKP dan APBDes. Seluruh komponen seperti pendamping desa, BPD dan Kepala Desa dapat mengawal komitmen untuk setidaknya masuk ke RKP tahun 2020 dan dianggarkan di di APBDes 2020" sambung Adi Permadi.

Adi Permadi berharap dengan direplikasikannya komitmen BID ini, bisa memberikan dampak bagi kesejahteraan desa dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa.

Selain menyoroti pentingnya mengawal apa yang sudah menjadi komitmen desa dalam BID sampai nantinya tertuang dalam RKP dan APBDes, Adi Permadi juga menekankan perlunya desa meningkatkan jumlah ide (inovasi desa) untuk disampaikan dalam BID.

"Dari 34 Kecamatan se-Bali yang telah melaksanakan BID hari ini (16/9) di Bali, ada empat kecamatan yang melaksanakan BID. Yakni Denpasar Barat, Denpasar Selatan, di Kabupaten Badung dan Tembuku Bangli, komitmen untuk mereplikasi program inovatif sudah cukup bagus namun idenya masih kurang" kata Adi Permadi

Adi Permadi berharap dalam pelaksanaan BID ini ada ide-ide atau inovasi yang telah dilaksanakan di desa bisa dicatat di kartu ide. Untuk itu dalam setiap BID diharapkan ada testimoni dari desa yang telah melakukan inovasi. Tujuannya agar desa-desa yang lain mengenali inovasi desanya.

"Nantinya setiap kecamatan dapat membuat minimal 5 video terkait program inovatif ini untuk dibawa ke pusat sebagai bagian dari menu bursa pusat tahun depan" harap Adi Permadi

Ketua Panitia BID kecamatan Denpasar Barat Indah Prayoda menyampaikan, dalam pelaksanaan BID di Denpasar Barat, dari 39 menu Infrastruktur, 57 menu Peningkatan Sumber Daya Manusia, dan 108 jenis menu Kewirausahaan yang disajikan panitia BID terjadi 20 komitmen yang dibuat oleh delapan desa peserta bursa.

20 komitmen tersebut untuk mereplikasi 4 menu infrastruktur, 9 menu peningkatan sumber daya manusia dan 7 menu kewirausahaan.

Panitia BID Kecamatan Denpasar Barat juga mencatat ada 7 ide yang dianggap inovatif yang telah dilaksanakan di desa-desa di Denpasar Barat dicatat dalam kartu ide. 


Program-program itu antara lain: Bumdes mempunyai unit parkir, kantin dan unit pasar yang dilaksanakan di desa Tegal Harum; Bumdes Mart di desa Dauh Puri Kauh; Kampung Hijau / Hatinya PKK di desa Padang Sambian Klod; Pentas Festival Budaya, Olahraga, Pameran, Kuliner dan Pekan Seni (Utsawa Dharma Gita) di desa Pemecutan Kelod; Menghadirkan Dokter Spesialis Anak dalam Kegiatan Posyandu di desa Tegal Kertha dan Program Festival Produk Desa yang dilaksanakan oleh desa Padangsambian Kaja.

Ketua BID kecamatan Denpasar Selatan, Si Made Guru menginformasikan terjadi 10 komitmen pada BID Denpasar Selatan. Yakni 1 program di bidang infrastruktur, 8 program dibidang peningkatan sumber daya manusia dan 1 program di bidang kewirausahaan.

Sementara ide yang dicatat di kartu ide sebanyak 9 ide. Yakni 2 ide di bidang infrastruktur, 6 ide dibidang peningkatan sumber daya manusia dan 1 ide di bidang kewirausahaan.
Sekretaris Tim Inovasi Kota (TIK) Denpasar, Ni Nyoman Sukartini, SH (ketiga dari kiri) berama tim saat monev kegiatan BID yang dilaksankan TPID keCamat Denpasar Barat
Sekretaris Tim Inovasi Kota (TIK) Denpasar, Ni Nyoman Sukartini, SH yang memonitor dan mengevaluasi langsung pelaksanaan BID di Kota Denpasar menyatakan dengan dilaksanakaannya BID di Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Selatan hari ini maka seluruh kecamatan di Denpasar sudah melaksanakan BID.

Ditanya program TIK Denpasar selanjutnya, Sukartini menyampaikan TIK bersama TPID di kecamatan seDenpasar akan melakukan verifikasi terhadap ide-ide yang telah masuk dalam BID untuk diklasifikasikan apakah program itu termasuk program inovatif, best practice atau apa sebelum dilakukan 'capturing' terhadap ide-ide itu. (GR)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya