Daftar Pasang Baru Indihome

Tiap Bulan KPID Bali Menegur dan Member Sanksi Tayangan TV Berkonten Negatif

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, I Made Sunarsa 

REDAKSIBALI.COM - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, menyoroti keberadaan tayangan televisi lokal Bali yang mendapat teguran karena terindikasi melakukan pelanggaran dalam program siaran.



"Tayangan lokal yang ditegur ada banyak tapi tidak diekspos. Jadi namanya Jumat keramat karena setiap hari Jumat kami melakukan pleno tentang adanya indikasi pelanggaran dari tayangan TV lokal di Bali," kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, I Made Sunarsa di Denpasar, Rabu (18/9).

Dikatakan, bahwa sanksi yang diterima bagi siaran TV yang melanggar dapat sanksi administratif berupa surat teguran.

"Pelanggarannya itu yang kami tegur, seperti konten Napza yang banyak orang yang merokok, ada juga berkaitan dengan iklan, kayak iklan - iklan testimoni, obat-obatan. Nah ini juga, produksi yang di Bali tidak bagus dalam mengeditnya jadi banyak ditegur," katanya.

Berikut ini tabel indikasi pelanggaran dalam tayangan televisi lokal Bali dan sanksi yang diberikan KPID Bali dari bulan Januari sampai Agustus 2019.



Ada lima kategori pelanggaran dalam tayangan televisi lokal Bali yakni terkait konten SARA, pornografi, iklan, napza dan kekerasan.

Berikut ini tabel pelanggaran perbulan berdasarkan kategori yang dicatat KPID Bali dalam hitungan persentase.

"Kenapa anak-anak suka tayangan sinetron, karena menu, jadi saya sudah selalu koordinasi dengan antropolog, sosiolog, akademisi, karena kita tidak melihat rating. Kalau Nielsen pake rating bahwa yang baik siarannya adalah ketika yang banyak nonton. Nah itu yang mau diubah oleh KPI, bahwa yang bagus itu yang kualitasnya memang bagus, masalahnya menu tayangan di TVnya itu-itu aja,"jelas Made Sunarsa.

Menurutnya, karena itu KPID Bali menjalin kerjasama dengn akademisi untuk mendiskusikan terkait dengan tayangan di televisi agar dapat disajikan dengan indeks kualitas, bukan dengan menu tayangan dengan metode yang laris untuk ditonton.

"Karena kartun cuma ada di beberapa TV saja, ada beberapa TV lain tidak ngasi, jadi kan susah makanya kita mencoba kualitas yang bagus untuk anak-anak adalah seperti ini," ucapnya.

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Bali juga dikabarkan merekomendasikan tayangan televisi yang diputar secara nasional, salah satunya sinetron yang mengandung konten negatif, agar ditindaklanjuti oleh KPI Pusat.

"Beberapa sinetron sudah direkomendasikan, kemarin kita merekomendasikan beberapa tayangan sinetron dari televisi nasional untuk ditindaklanjuti oleh KPI pusat, karena itu rata-rata adalah kekerasan, merokok, sinetron dewasa dan ditayangkan pada jam-jam, dimana anak-anak bisa nonton. Nah itu yang sudah kami kirimkan," kata Made Sunarsa menegaskan

Disinggung terkait sanksi Spongebob dan Gundala oleh KPI pusat, Made Sunarsa nampak membela kebijakan KPI Pusat.

"Pasti sudah dipertimbangkan dari semua sisi, dan sesuai tembusan teguran dari KPI Pusat, ada standar program siaran dan pedoman perilaku penyiaran yang dilanggar," katanya (GR)

Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya