Daftar Pasang Baru Indihome

BNPB Apresiasi Geladi Lapang PB di Pergung, Jembrana


REDAKSIBALI.COM - Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Bambang Surya Putra merasa bangga dan memberi apresiasi atas kesolidan dan sinergitas yang ditunjukkan stakeholders pada saat Geladi Lapang Penanggulangan Bencana (PB), yang dilaksanakan oleh BPBD Provinsi Bali bersama BPBD Kabupaten Jembrana, Sabtu (26/10) di Lapangan Pergung, Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana.

Bambang menjelaskan kehadiran 970 orang pelaku geladi adalah indikator pertama keberhasilan acara ini, menurutnya hal ini menunjukkan keseriusan semua pihak dalam melatih diri dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Pelibatan personil dalam jumlah yang cukup besar, dibarengi dengan loading peralatan, sarpras, dan logistik, sesungguhnya dalam upaya menunjukkan kepada publik bahwa BPBD siap dan disisi lain menguji kesigapan serta kecepatan para petugas.

Acara diawali dengan apel geladi lapang dengan pembina Bupati Jembrana I Putu Artha. Hadir dalam undangan perwakilan dari Kodam IX/Udayana, Korem 163/Wirasatya, Perwakilan dari Polda Bali, Kapolres Jembrana.

Jajaran Muspida Jembrana tampak lengkap, Bupati & Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, dan Dandim 1617/Jembrana yang bertindak sebagai Komandan Tanggap Darurat.

Pihak BMKG, PMI, Basarnas, OPD Provinsi Bali dan OPD Kabupaten Jembrana serta unsur relawan baik dari Rapi, Orari, pihak rumah sakit dan unsur masyarakat juga ikut berperan sebagai pelaku geladi lapang.


Pengamat dan pemantau internasional hadir untuk menyaksikan secara langsung geladi tersebut. ICRC (Internasional Committee of The Red Cross) Komite Internasional Palang Merah Mr. Dany Merhy (Wakil Kepala Regional untuk Indonesia & Timor Leste) bersama Mrs. Eva Bruenisholz (ahli forensik), serta utusan 7 (tujuh) Konsulat Jenderal (Konjen) hadir menyaksikan acara tersebut.


Kabupaten Jembrana memiliki tingkat kerawan bencana mulai dari sedang sampai dengan tinggi, salah satunya rawan Gempa Bumi dan Tsunami, bahkan sesuai data yang dikeluarkan oleh BNPB (September 2019) bahwa terdapat 26 Desa di Kabupaten Jembrana berada pada Zona Merah yaitu memiliki tingkat kerawan tinggi terhadap Gempa dan Tsunami.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali Made Rentin menjelaskan, Geladi Lapang kali ini, baru melibatkan 4 (empat) desa yaitu Perancak, Yeh Kuning, Air Kuning, dan Delod Berawah. Pilihan terhadap 4 desa ini, karena berada di pinggir pantai, terutama Perancak secara geografis serta aksesibilitas untuk melakukan evakuasi, lumayan jauh dan terhalang oleh sungai.

Rentin memaparkan geladi lapang bertujuan melatih petugas dan terutama masyarakat agar siap siaga dalam menghadapi bencana (gempa bumi dan tsunami) (rtn,gr)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya